Demo Rakyat Bolmut Menggugat di KPUD Ricuh, Rakyat Jadi Korban

oleh
Demo Rakyat di KPUD Bolmut
Aksi demo Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) berlangsung Ricuh dan bentrok dengan aparat , Rabu (18/7/2018)

BOLMUT, suaralidik.com – Aksi demo Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), yang di kemas degan nama Rakyat Bolmut Menggugat (RBM) yang di gelar Rabu (18/7/2018 tadi siang atas dugaan penggelembungan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Masa aksi demo bergerak mulai dari halaman kantor Dinas Catatan Sipil dan berahir ricuh di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dengan aparat kep[olisian. Orasi yang di sampaikan lngsung Koordinator Lapangan (Korlap) Sutoyo Olii bahwa DPT yang ada di Bolmut banyak keti,pangan. Buktinya, ada sejumlah warga yang belum berhak untuk memilih namun memiliki kertas suara pada saat pemilihan umum kepala daerah di bolmut, Ada warga yang sudh meninggal berapa tahun yang lalu namun masih keluar undangan pemilihan, bahkan ribuan warga yang memgang Surat Keterangan (Suket) dari Capil di gunakan untuk memilih. “Ini ada kelalaian dari pihak penyelenggara,”ungkap Sutoyo. Pihak pendemo meminta agar KPUD Bolmut memberikan data DPT yang ada di KPUD namuan setelah di lkukan negosiasi oleh lima perwakilan aksi demo di ruang KPUD

Dan kericuhan itu terjadi sejak pihak pendemo meminta kepada pihak KPUD untuk memberikan data kepeda delegasi pihak unjuk rasa sebanyak lima orang masuk dikantor KPUD Bolmut.
Namun sesaat setelah kembali dari kantor KPUD Bolmut ke lima delegasi tersebut tidak mendapatkan kesepakatan dengan pihak KPUD Bolmut dan dikarenakan tuntutan pihak demo untuk meminta data tidak diberikan maka, pengunjuk rasa memaksa untuk masuk. Sempat terjadi pelemparan batu dan juga botol aqua emyah datangnya dari mana, sehingga masa unjuk rasa tersebut dibubarkan dengan paksa.

Kapolsek Urban Kaidipang, Kompol Brammy Tamahilis, saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, mengatakan, bahwa hal yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai dengan mekanisme pembubaran.

“Prosedur pembubaran massa aksi sudah sesuai dengan prosedur, dan karena kelihatan masa aksi sudah melakukan provokatar, dan anarki dengan melempar batu dan sempat terdengar ada beberapa massa aksi mengatakan ingin melakukan pembakaran gedung KPUD Bolmut maka dengan keadaan terpaksa,” jelas Brammy.

Dia mengungkapkan, ada beberapa peserta unjuk rasa telah ditangkap oleh pihak kepolisian yang dianggap melakukan provokator massa dan saat ini telah diamankan dikantor KPUD Bolmut untuk dimintai keterangan.

“Ada 11 orang diantaranya 2 orang kedapatan membawa senjata tajam karena ditemukan tiga barang bukti, “ungkapnya.

Dia juga menambahkan untuk para pengunjuk rasa yang saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian apabila ada indikasi melakukan provokasi maka akan dibawa di Polres Bolaang Mongondow dan yang indikasinya ringan akan dipulangkan. (***ABS)