Demokrasi Airmata

oleh

Akbar B Tulappau

Kepada hujan
datang dari matamu
bertamu di mataku
mengaku candu
sebagai anak rindu
yang lahir dari debu.

Aku ragu
kau menipu matahari
dan menanam duri di kaki
untuk mengelabui hati
seperti ideologi kiri
pemecah negeri.

Padahal tuhan tak pernah tidur
dan kau ingin mencuri kantuknya
lewat basuhan doa
berpura-pura menjadi kata
paling cinta
melainkan hanyalah demokrasi air mata.

Bulukumba, 2017