Design Dan Konstruksi Kilang Minyak Di Kepulauan Selayar Mulai Bulan Maret 2017

oleh
Kilang minyak Kepulauan Selayar
Ilustrasi : Design dan Konstruksi Kilang Minyak Di Kepulauan Selayar

Lidik Kepulauan Selayar,– Pembahasan dan persentase mengenai rencana pembangunan kilang minyak di kepulauan Selayar pada Jumat (20/1/2017) lalu di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kepulauan Selayar menjadi salah satu indikator kuat atas perkembangan dan kemajuan pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar pada sektor Indutsri,Ekonomi,Sosial dan Tenaga kerja.

Kilang minyak Kepulauan Selayar
Ilustrasi : Design dan Konstruksi Kilang Minyak Di Kepulauan Selayar

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel AM Yamin mengatakan izin prinsip perusahaan itu sudah diterima dari pusat.

“Kita sudah koordinasi ke pusat. Rencananya pekerjaan konstruksi akan dimulai pada Maret 2017,” Jelas AM Yamin dalam press conference Realisasi Investasi Sulsel di Kantor BKPMD Sulsel.

Awal konstruksi akan dimulai pada Maret 2017 mendatang dengan Total investasi yang digelontorkan mencapai Rp 2,94 Triliun.

Ditempat yang berbeda,Mappasulle HS selaku Direktur Utama PT Saudi Indojaya International menjelaskan jika ada 2 grup investor yang mau masuk di Kepulauan Selayar, yakni group Mesir dan Amerika untuk pantai barat Selayar dan group Arab Saudi bersama Amerika untuk pantai timur Selayar.

Menurutnya, Selayar memiliki letak geografis strategis di tengah-tengah persimpangan antara barat dan timur Indonesia. “Selain itu, Selayar memiliki laut dalam yang memungkinkan kapal-kapal tanker bermanuver di daerah ini,“ jelas Mappasulle.

Sementara itu,PT.Saudi Indojaya International juga telah mendapatkan surat persetujuan Penanaman Modal Asing (PMA) nomor 425/I/PMA/2007 tanggal 11 April 2007 dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM-RI). Nantinya, kilang minyak itu berkapasitas 300.000 barrel perhari dengan terminal minyak kapasitas 6.000.000 MT.

Desain dan konstruksi yang akan dimulai pada Maret 2017 diperkirakan rampung 4 tahun kedepan. Dalam tahap ini, diperkirakan bisa menyerap sekitar 10 ribu sampai 15 ribu tenaga kerja. (Bandys/BCHT)