Di Duga Mal Praktek,Manajemen RSUD Bulukumba Berikan Klarifikasi

oleh
Konferensi pers manajemen RSUD Bulukumba terkait dugaan malpraktik,Kamis(11/8/2016)-SUARALIDIK.com
Konferensi pers manajemen RSUD Bulukumba terkait dugaan malpraktik,Kamis(11/8/2016)-SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com,BULUKUMBA- Terkait dugaan yang menyebut adanya operasi malpraktik oleh pihak RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba sehingga menyebabkan salah seorang pasien meninggal dunia beberapa waktu yang lalu membuat Direktur RSUD bersama staf dan Dewan Pengawas melakukan Konferensi Pers,Kamis (11/8/2016) bertempat di aula RSUD Sultan Dg Radja jalan Srikaya Bulukumba.

Hadir dalam kegiatan klarifikasi tersebut diantaranya Direktur Rumah Sakit (dr. Wahyuni), Dokter Ahli Kandungan (dr. Rizal), Dewan Pengawas (Makmur Masda),Kabag TU RSUD (dr. Rajab), Kabid Pelayanan Medik (dr. Topan),Kabid Keperawatan ( H. Bustam), Kasi TU (Gunawan),Kasi Pelayanan Medik (dr. Ardina Nur,Bendahara (H. Sabir) Staf Pengaduan RS(Jaya), Amri (Keluarga Pasien Mal Praktek),serta beberapa wartawan cetak maupun elektronik dan online.

Direktur RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, dr.Wahyuni manyampaikan bahwa Pihak RSUD turut berduka cita atas meninggalnya pasien yang sebelumnya telah dirawat oleh RSUD A. Sultan Dg Radja dan terkait adanya dugaan Mal praktek, pihak RSUD telah melakukan pelayanan satu sistem dan telah sesuai SOP

“Ketepatan dan kecepatan sangat diperlukan dalam penanganan pasien, dan ada aturan RSUD yang harus di pahami oleh pembesuk karena pasien mempunyai tingkat imunitas yang rendah dan rawan tertular” ujar Wahyuni.

Sementara itu dr. Rijal (Dokter Ahli Kandungan) mengatakan bahwa Pasien dirujuk ke RSUD sudah mempunyai infeksi sehingga harus diambil tindakan operasi dan pada saat dilakukan Operasi sudah terjadi kala 2 (Infeksi besar), dimana usus sudah mengembang karena adanya cairan.

“Pada hari ke dua perawatan di RSUD, terjadi kembung pada pasien sehingga Dokter mengambil tindakan dengan memasang NGT (slang) untuk di keluarkan cairan dari lambung selama 24 jam, namun selang tersebut lepas dan dari USG, terlihat di abdomen pasien terdapat cairan bebas (sesuatu menekan di usus), sehingga dilakukan konsul ke dokter bedah dan diberikan tindakan terhadap pasien untuk puasa tiga hari dan tetap pasang NGT” imbuh Rijal panjang lebar.

Lebih lanjut Rijal menambahkan, Pada 3 hari setelah operasi luka operasi terlihat basah, sehingga pasien tetap dilakukan perawatan sehingga pada 26/7/2016 dilakukan konsul kepada dokter bedah dengan hasil bahwa terjadi anemia dengan infeksi menyebar ke seluruh tubuh sehingga pasien harus dilakukan perawatan khusus.

“Iya, tidak (tidak malpraktik-red). Kalau menurut penilaian saya, tidak dimanfaatkan, karena prosedur sudah kita jalankan,” tutup dr.Wahyuni kepada awak media

Sebagaimana diketahui salah seorang pasien atas nama Nurul yang masuk ke RSUD dalam keadaan infeksi besar yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya dan pihak dokter yang menangani Nuril telah memberikan antibiotik dengan dosis tinggi secata bertahap sehingga saat itu kondisi pasien berangsur membaik namun karena imun atau daya tahan tubuh pasien yang sudah lemah sehingga Nurul di rujuk ke Makassar namun ajal rupanya telah menjemput Nurul .

penulis: Muhardi
Editor: Andi Awal /SuaraLidik