Di PHP-in Oleh Oknum TNI Untuk dinikahi, Gadis Asal Bulukumba ini Lapor Ke Polisi Militer

oleh
Media Center Suara Lidik
Photo Korban saat bertandang ke Media Center Suara Lidik , Kamis (23/3/2018)

Bulukumba,suaralidik.com – Di  PHP-in oleh seorang lelaki Oknum TNI,  seorang gadis asal Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba berinisial KR (22) melaporkan kekasihnya ke Polisi Militer Daerah XIV/ Hasanuddin Detasemen Polisi militer XIV /4 Makassar,  Senin (19/3/2017)

KR melaporkan oknum TNI berinisial FF (25) ke pihak PM makassar  lantaran sudah mengaku dan berjanji akan menikahi dirinya namun tepat pada hari H ternyata keluarga FF tak kunjung datang kembali dan dikabarkan akan menikah dengan gadis lain.

“… Saya sudah laporkan dia ke Polisi Militer Daerah Militer XIV / Hasanuddin Detasemen Polisi militer XIV /4 pada hari Senin (19/3/2018) sekitar pukul 11:00 WITA, karena Ia bersama keluarganya sudah berjanji untuk membawa uang panaik tetapi sampai sekarang ini mereka tidak datang, di hubungi melalui HP tidak direspon sama sekali pada hal sudah datangmi melamar dan sudah disepakatimi sama keluarga besarkku semua…” ungkap KR sambil menunjukkan nomor surat laporannya ke PM makassar , Kamis (22/3/2018)

Bertempat di Media Center Suara Lidik, KR mengungkapkan kalau hubungan asmara mereka berawal dari kenalan lewat BBM, tak lama kemudian tiba-tiba saja FF menelpon dirinya untuk saling bertemu dan janjian ke tempat karaoke.

Ditempat karaokean ternyata sedang ada pemeriksaan dan keduanya pun lari bergeser ke tempat lain.

” ….awalnya saya dan FF hanya kenal lewat BBM dan tiba tiba ditelpon olehnya, katanya dapat nomor saya lewat temannya lalu kami janjian ketemu untuk karaokean namun karena adanya pemeriksaan ditempat Karaoke kami pun lari dari tempat itu, lalu saya diajak di tempat temannya dimana banyak pemuda yang sedang pesta miras.  Ditempat itu FF pun turut menikmati pesta miras…”

Melihat FF sudah larut dalam pesta miras itu, dirinya pun langsung menegur FF  dan meminta agar diantar pulang. Dalam perjalanan hujan deras pun tiba sehingga keduanya terpaksa berteduh dibawah atap Flyover .

Kondisi hujan semakin deras, FF kemudian menyarankan agar menginap bersama di Hotel Benhil saja.  FF pun menurut lantaran kondisi hujan semakin deras dan rumah kosnya pun sudah tertutup disamping itu FF sudah berjanji tidak akan menyentuh dirinya.

“…sayapun menegur untuk diantar pulang namun karena hujan kami berteduh di bawah jembatan fleyofer karena hujan terlalu deras FF menyarankan untuk nginap di Hotel Benhil apa lagi Sudah larut malam dan jam kos kosan sayapun sudah tutup kami pun sepakat untuk nginap bersama dengan syarat FF tidak ngapa ngapain saya…” Sedih KR terus melanjutkan kisahnya.

Setelah di hotel, mereka berdua tidur dalam satu kamar dan tempat tidur, godaan datang dan birahi FF pun tak terkendalikan sehingga mencoba memeluk erat tubuh KR namun KR mengancam akan berteriak jika FF melanjutkan aksinya yang akhirnya FF pun bersedia mengatarnya pulang malam itu juga.

“…malam itu kami berdampingan tidur ff sempat kurang ajar dan lancang memeluk erat badan saya tapi saya mengancam teriak, tetapi FF berhasil menenangkan saya dan mengantar saya pulang di kos kosan pada malam itu juga dan sejak itu jaga marah pada dirinya” Lanjut KR

Satu bulan berlalu, FF mendatangi tempat kos milik KR dan meminta maaf dengan alasan khilaf. KR pun memaafkannya saat itu.

Berselang beberapa hari, FF datang ke tempat kos KR menggunakan pakain dinas TNI, Saat itu KR baru saja selesai mandi namun tiba-tiba FF menutup pintu kemudian langsung mencurahkan isi hatinya kepada KR. FF mengaku jika dirinya sangat sayang dan serius kepada KR dan bersedia akan menikahi KR dengan syarat masih Virgin (perawan).

Mendengar rayuan FF, KR pun menyarankan agar ke rumah sakit untuk test keperawanannya namun FF melontarkan kata alay dan menumbangkan keyakinan KR dengan rayuan lembutnya sehingga keduanya pun berhubungan layaknya suami istri.

Sejak itu KR sudah dibawah pengaruh dan menuruti semua kehendak FF, mereka hidup satu tempat kos dan meminta KR berhenti bekerja di Alfamart.

Tahun 2016, FF dipindahkan tugas ke Parepare, KR pun diajaknya, begitu juga waktu FF ditugaskan di Korem Mamuju Sulbar selama dua minggu KR pun ikut serta bersamanya.

Sekitar 2 tahun berjalan serumah, FF meminta agar dirinya dilamar, Tanggal 15 Juli 2017, FF pun bersamaorang tuanya datang melamar dan keluarga mereka berdua pun dipertemukan.

Dalam acara lamaran sekaligus Mappettuada (Adat Bugis) disepakati uang panai’ sebesar 40 juta rupiah dan emas satu stel yang akan dibawah pada tanggal 25 Februari 2018.

Hari H pun tiba, KR bersama keluarganya menunggu kedatangan keluarga FF untuk membawa uang panai’ tersebut dan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan namun sayangnya keluarga FF tak kunjung datang.

Keluarga KR pun berusaha menghubungi FF dan keluarganya namun tidak ada respon sama sekali sehingga KR bersama keluarganya merasa di tipu oleh FF.

Dengan nada sedih dan datar, KR mengutarakan di depan redaksi Media Center Suara Lidik jika dirinya malu pada keluarganya dikampung sehingga Ia memberanikan dirinya untuk datang ke kantor Suara Lidik.

“…Saya malu pak sama keluargaku dikampung,jadi saya beranikan diri datang ke sini karena tarakhir kabar yang saya terima, FF akan menikah dengan wanita lain di bulan April 2018 mendatang..” tutup Isak tangis KR. (***Sumber KR/Diyat/BCHT)