Di Sekitarnya Ternyata Angin Laut Mempermainkan Rambutku

oleh
Angin laut

Angin lautAngin laut mempermainkan rambutku, dan sesekali engkau membenahinya kemudian membelaiku, makin kepeluk dirimu dengan erat sekali. Jaketmu engkau lepaskan membiarkan dirimu hanya dengan memakai kemeja kesukaanku, warna putih. Itu adalah pemberianku, hadiah ulang tahunmu. Engkau pakaikan aku jaketmu. Walau aku sudah menolak tapi engkau berkeras untuk melindungi badanku, bahkan engkau sempatkan lagi berbisik mengingatkan tentang kesehatanku, “Udara dingin sekali, jangan sampai masuk angin lagi!” Aku menolak, ” Justeru aku merasa hangat dalam pelukanmu. Jangan jauh..! Tetaplah di sini agar aku tidak merasakan dingin, aku ingin mendengar suaramu menuturkan puisi!”.

Hempasan angin dan gemuruh ombak tak mengusik kami menikmati malam syahdu.
“Seperti hari ini, tahun depan, tanggal lima, bulan lima, tahun dua ribu lima belas, saya ingin merayakan ulang tahunku di tempat ini. Mungkin tidak berdua. Sudah ada buah hati kita yang menemani menikmati hari kelahiranku”, pintamu.
“Semoga Allah merestuinya” balasku
“Lusa saya berangkat, jaga dirimu baik-baik… ! Kalau sudah melahirkan agar kamu beri nama Putri jika bayi kita perempuan..! bila laki-laki namai Putra ! Jaga dirimu baik-baik…!”
…………………………………………………….
Mestinya saat ini engkau ada bersamaku seperti keinginanmu setahun yang lalu untuk merayakan ulang tahunmu dengan buah hati kita yang kembar, Putra dan Putri. Pesawat yang membawamu meledak di udara, dan sampai saat ini bangkai dan tubuhmu tak pernah ditemukan.

Lihatlah gaun yang aku kenakan yang merupakan pemberianmu sebagai hadiah di ulang tahunmu kemarin, engkau mohon agar aku memakainya di hari ini sebagai cara untuk merasakan seperti sepasang pengantin baru lagi yang di apit oleh dua anak kecil !

Apakah dari awal engkau telah faham isyarat-Nya ?? .( DRWS/BCHT)