“Dialog Tanah Dan Semen” Puisi Karya Kavya Atmaranti

oleh

Dialog Tanah dan Semen

 

Pada penggalan kisah-kisah waktu petang

Kaki-kaki menginjak aspal penuh lumpur kental

Langkah-langkah beraroma padi kadang ilalang

Semburat wajah lelah menunggu mimpi dari sang dewa dewi

 

 

“Dewi padi yang menjaga tanah ini”

“Mereka yang berdasi penguasa sawah-sawah ini”

 

Dialog-dialog terdengar samar

Sepeninggal bapak-bapak bercangkul dan berparang tajam

Gelap tak berpendar

Sunyi dialog saling membunuh mati

 

“Biarkan tanah-tanah merah subur membawa berkah”

“Berkah justru dari gedung-gedung megah”

“Jangan kau racun hara dengan kimia”

“Tutup saja parit di sawah, biarkan limbah menjelajah”

 

Terpotong mati

Tertutup gelap

Menindas bebas

Mati gelap menggilas

 

Gedung-degung menancap bebas

Sawah-sawah memelas

Cangkul menggantung

Bego meraung

 

Sebab dialog tak pernah sunyi

Hak jelata terbunuh mati

Kata adil menjadi misteri

Sebab tanah semen menjadi musuh abadi

 

 

Kavya Atmaranti

 

Malang, 13 maret 2017

 

 

Kavya Atmaranti, dilahirkan di kota Lamongan. Puan salah satu pendiri Kota Aksara ( Komunitas Tulis Baca Aksara) bertempat di Malang. Karya berupa puisi menjadi kontributor dalam beberapa antalogi bersama.   Bisa  sambung kata di email  :  meymey500@gmail.com

fb  :  Kavya Atmaranti IG  @kavya_atmaranti