Diberikan Sanksi Rp. 10 ribu, Puluhan Siswa SMP 1 Minasatene Pangkep Berunjuk Rasa

oleh -

Pangkep, Suaralidik.com – Siswa Siswi SMP Negeri 1 Minasatene mendatangi Kantor Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep berunjuk rasa terkait kebijakan sanksi yang diberlakukan sekolah mereka. Sanksi tersebut berupa denda Rp. 10 ribu per satu kali pelanggaran yang dianggap tidak mendidik dan memberatkan mereka. Selasa, 02/04/2019.

Dalam unjuk rasa tersebut, para siswa meminta agar Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Minasatene segera diganti karena mereka menganggap pemberian sanksi yang diberikan sangat memberatkan bagi mereka dan orangtua mereka.

SMKN 1

“Kalau terlambat kita didenda Rp.10 ribu, padahal kalau musim hujan begini mobil transportasi terkadang tidak ada, yang otomatis terkadang membuat kita terlambat sampai disekolah dan terkadang orang tua juga tidak punya uang untuk membayar denda kami”, ujar salahsatu siswa yang tidak ingin disebutkan namanya.

Memanggapai hal tersebut, Camat Minasatene H.Satria Sammana memberikan pengarahan kepada para siswa SMP Negeri 1 Minasatene tersebut bahwa hukuman pelanggaran disiplin bagi para siswa itu wajar untuk mendisiplinkan siswa agar menjadi siswa yang berkualitas, namun demikian pihaknya pun akan memediasi hal tersebut dengan pihak sekolah.

“Saya dan pak Kapolsek akan ke SMPN 1 Minasatene bertemu dengan seluruh guru dan Kepala Sekolah kiranya dapat mempertimbangkan hukuman alternatif lain selain sanksi menyuruh siswa membayar Rp.10.000”, Ungkap Camat Minasatene yang merupakan adik kandung Wakil Bupati Pangkep ini.

Informasi yang diterima bahwa Kepala Sekolah SMPN 1 Minasatene Hj. Hartina membantah keras tentang denda tersebut, menurutnya pihaknya hanya memberikan peringatan akan mendenda siswa yang sudah berungkali melakukan pelanggaran yang sama.

“Itu tidak benar kami mendenda siswa Rp.10 ribu. Kami hanya mengancam mereka karena sudah berbagai hukuman disiplin dilakukan masih saja mereka melanggar”, terangnya.

Hartina mengakui tahu betul bagaimana kondisi ekonomi para siswa di SMPN 1 Minasatene, sehingga tidak mungkin akan melakukan denda secara paten dan hanya melakukan peringatan saja kepada siswa bahwa akan didenda jika melanggar.

“Saya tahu betul ekonomi siswa disini, jadi tidak mungkin saya memiskinkan siswa saya dengan mengurangi uang jajan”, tutupnya. (Iwank86/Sy)