Dicabuli Sejak Bulan Mei, Siswa SMP di Kajang Polisikan Oknum Guru Agama

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Seorang Pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satap 5 Desa Sapanang, Kecematan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi-Selatan melaporkan guru agamanya ke Polres Bulukumba. Senin (7/8/17).

Adalah Ay (14) melaporkan sang guru agama, Hamza yang juga merupakan wali kelas atas tindakan asusila yang dilakukannya.

Dihadapan penyidik unit PPA Polres Bulukumba, korban Ay mengaku, tindakan bejat gurunya tersebut sudah ia lakukan pada pertengahan Mei lalu. Saat itu jam istirahat korban sedang berada di ruang kelas seorang diri, kemudian Hamsa datang menghampiri korban dan meletakkan tangannya tepat di atas rok korban, namun korban menyingkirkan tangan pelaku, hingga kemudian pelaku memegang area sensitif korban.

Pelaku kemudian berjalan menutup pintu. Korban menduga pelaku akan meninggalkannya, namun justru korban menutup rapat pintu dan menyandarkan kursi di belakang pintu dengan maksud mengunci.

Menyadari ada yang tidak beres, korban sontak berlari ke belakang namun pelaku memanggil dan mengatakan “Siniko saya cium baru saya kasih tinggi nilaimu,” tutur Ay menirukan gaya bicara Hamza.

Labih lanjut, korban yang takut mencari cara untuk kabur. Tanpa berpikir panjang ai kemudian menaiki meja dan melompat keluar jendela yang saat itu terbuka, dan membuat tangannya cedera (keseleo).

Tak sampai disitu, korban yang disampingi kakak laki- saksi korban S (14) menuturkan, pria berkumis tebal itu juga pernah melancarkan aksi bejatnya kepada saksi S, pada pertengahan Juni lalu atau saat ramadhan.

“Waktu itu siswa laki-laki disuruh menghafal secara bersamaan. Sementara perempuan disuruh menghafal sendiri-sendiri dengan ruang kelas ditutup menggunakan kursi. Pada saat korban sedang menghafal, disitumi pak Hamsa melalukan aksinya,” ujar S.

Bahkan saat bertemu dengan korban pelaku mengancam jika membeberkan kejadian tersebut maka korban tidak akan naik kelas.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Bulukumba, Aipda Rosmia mengaku untuk sementara laporan yang sudah diterima masih akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sementara laporan yang diterima untuk saat ini baru satu orang yg mengaku,” singkat Aipda Rosmia. (*)