Didatangi Calon Kepala Desa Menggugat Pilkades, DPMD Bantaeng: Itu Pengaruh Sihir

oleh
Empat calon kepala desa di Bantaeng kembali datangi kantor DPMD untuk melakukan gugatan soal penyelenggaraan Pilkades Senrentak. Selasa (24/10/17).

BANTAENG, Suralidik.com – Empat calon kepala desa dari tiga desa kembali menemui kepala dinas DPMD, Chaeruddin Arsyad B, untuk mengklarifikasi surat gugatan desa terkait penyelenggaraan Pilkades serentak di kabupaten Bantaeng, Sulsel. Selasa (24/10/17).

Empat calon kepala desa di Bantaeng kembali datangi kantor DPMD untuk melakukan gugatan soal penyelenggaraan Pilkades Senrentak. Selasa (24/10/17).

Masing-masing yang menggungat adalah desa Lumpangan, Pa’bumbungang, dan desa Bonto Majannang. Sebelumnya sudah beberapa desa yang melayangkan surat gugatan terkait hasil dari proses pemilihan kepala desa secara serentak dengan menggunakan sistem E-voting.

Beberapa desa menuntut pembukaan peti suara, pemilihan ulang, bahkan pemekeran desa, jika dalam proses gugatan tidak menemukan keadilan.

Seperti yang diungkapkan oleh calon incumbent dari desa Pa’bumbungan, Abdul Karim menuntut Agar peti suara dibuka sebagaimana tuntutan masyarakat.

“Saya menerima kekalahan, yang saya tidak terima adalah ketika terdapat kecurangan dalam proses pemilihan, kami menuntut untuk dibuka peti,” ujarnya.

Lain halnya dari calon kepala desa Lumpangan no urut 1. “Kami menganggap proses demokrasi pemilihan kepala desa ini masih jauh dari harapan masyarakat, dan terdapat banyak kecurangan dalam tehnis pelaksanaannya. Sehingga kami menyurat ke PMD untuk menemukan titik terang, harapan kami jika terbukti ada kecurangan dalam proses ini, masyarakat menuntut untuk dilakukan pemilihan ulang,” Tegasnya.

Dari berbagai gugatan yang masuk, terkait indikasi kecurangan dan kelemahan sistem E-voting ditanggapi lansung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Anak, dan Perlindungan Perempuan Bantaeng. Menurut kepala Bidang Pemdes A. Makkasola, bahwa aplikasi dan alat sistem E-Voting sangat kecil kemungkinan untuk terjadi kecurangan.

“Jika terdapat kesalahan atau keganjilan itu hanya pengaruh sihir,” Pernyataan tersebut ditegaskan beberapa kali dihadapan kepala dinas dan beberapa calon kepala desa yang menggugat.