Didesak Copot Kepala Puskesmas Kajang, Ini Respon Bupati Bulukumba

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Merespon desakan warga untuk mencopot Kepala Puskesmas Kajang, yang dinilai tak berprikemanusiaan, Bupati Bulukumba, Andi Muhammad Sukri Sappewali mengatakan akan segera melakukan evaluasi dengan memerintahkan BKPSDM melakukan investigasi.

“Ini sudah harus kita evaluasi tidak profesional dalam bekerja, kita tunggu pemeriksaan BKPSDM,” katanya kepada Suaralidik.com, Sabtu (26/8/17).

Bupati Bulukumba, Andi Muhammad Sukri Sappewali.

Bupati pun tak menepik jika kepala puskesmas kajang dinilai kaku lantaran tidak peka melihat situasi.

“Saya berpikir kenapa bisa kaku seperti itu harusnya segera mengantar jenazah tersebut ke rumah duka, nanti kalau butuh Mobil Jenazah dari Rumah Duka ke Pemakaman dia juga Wajib Bantu kalau untuk meminta Mobil Jenazah ke Kabupaten,” tambahnya.

Selain itu, AM Sukri Sappewali kembali mempertegas regulasi yang telah dikeluarknya jangan disalah artikan oleh kepala Puskesmas.

“Perintah itu memang saya katakan Ambulance itu untuk Evakuasi orang Sakit bukan untuk jenazah dengan Catatan meninggal di Puskesmas, atau Proses Evakuasi dari PKM ke RSUD atau RS Pusat meninggal maka wajib Ambulance mengantar sampai kerumah Duka,” kata AM Sukri yang diketahui saat ini berada di Kota Solo, Jawa Tengah.

Hanya saja, dirinya menambahkan aturan yang dikeluarkan tersebut tetap menimbang aspek disisi kemanusiaan.

“Ambulance saya larang mengakut jika diluar tanggung jawab PKM misalnya dari Rumah duka ke kubur/Pemakaman, kerena untuk orang Sakit Kita sudah siapkan mobil jenazah di RSUD untuk Jenazah ke Pemakaman,” tandas AM Sukri.

Diberitakan sebelumnya, publik di kabupaten Bulukumba heboh dengan adanya peristiwa jenazah di tandu menggunakan sarung oleh warga di kelurahan Laikang, kecematan Kajang. Kamis (24/8/17) malam.

Tak dipinjam kan Ambulance, warga tandu jenazah pakai sarung. Kamis (24/8/17). Resource : Facebook

Jenazah mendiang yang diketahui bernama Mappi itu terpaksa ditandu sejauh 7 Kilometer ke rumah duka oleh pihak keluarga dibantu masyarakat lantaran tak dipinjamkan ambulance oleh kepala Puskesmas, Sitti Hayati Andi Majid, padahal Mappi menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas Kajang.


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama