Diduga Gegara Miras, Kades di Pohuwato Aniaya Kadus

oleh -
Ilustrasi penganiayaan
Foto : Ilustrasi (foto dok. istimewa).

POHUWATO, Suaralidik.com – Miris, hanya gara-gara hutang minuman keras (miras), Ibrahim Harun Kepala dusun ll Desa Kemiri kecamatan Paguat kabupaten Pohuwato, mengaku dianiaya oleh Kepala Desa (Kades) Molamahu Abdul Kadir Sigi.

Kepada wartawan Suaralidik.com Ibrahim Harun mengungkapkan, kejadiannya berawal saat dirinya diajak teman-temannya untuk nongkrong disalah satu cafe yang terletak di desa Molamahu, Kamis (14/11) malam.

“Besoknya (Jumat (15/11) kami diundang oleh Kades Molamahu, atas laporan pemilik cafe dengan tudingan bahwa miras yang kami minum belum terbayar. Sementara sepengetahuan saya miras itu sudah dibayar oleh teman yang mengajak saya nongkrong ditempat itu,” tutur Ibrahim, melalui telepon, Jumat 22/11/2019.

“Saat kami memenuhi panggilan pelapaor tidak hadir, dan kami pulang ke rumah masing-masing. Malamnya istri dan pemilik cafe mendatangi kediaman Kades Molamahu untuk melapor kembali. Setelah saya tiba di rumah Kades, orang tua Kades yang juga mantan Kades Molamahu memaksa saya untuk membayar uang tersebut,” sambung Ibrahim.

Melihat gelagat Ortu Kades yang hendak pingin memukul, dirinya langsung minta maaf sambil memohon agar tidak mengambil langkah yang tidak diinginkan. Tetangga yang berada di TKP langsung membawa Ibrahim keluar rumah.

“Saat saya ngobrol dengan masyarakat sekitar, ayah Kades yang tidak senang dengan keberadaan langsung mendatangi dan membentak saya dengan gaya mau memukul, tapi langsung dilerai oleh masyarakat sekitar. Tak taunya Kades Molamahu langsung mencekik leher sambil menendang-nendang saya,” lanjut Ibrahim.

“Saya keberatan dengan ulah Kades seperti itu, dengan memukul saya didepan umum.” imbuh Ibrahim.

Ditempat yang sama Olan, yang mengaku menyaksikan kejadian tersebut mengatakan, dirinya melihat korban mencoba menghindar dari oknum Kades yang sebelumnya telah menendang korban.

“Saya melihat Kadus ditendang. Setelah itu Kadus mencoba menghindar, namun ayah dari oknum Kades juga terlihat akan ikut menganiaya kadus. Beruntung kades sempat melarikan diri saat itu,” terang Olan.

“Kejadian seperti ini sering dilakukan oleh oknum Kades tersebut. Sebelumnya ia pernah menganiaya salah satu warga yang masih ada ikatan keluarga dengan saya,” tambah Olan.

Ditempat terpisah Kades Molamahu Abdulkadir Sigi kepada awak media membantah tuduhan penganiayaan tersebut.

“Saya tidak memukulnya hanya mendorong sambil menendang bagian kakinya, tidak ada sampai mencekik lehernya. Silahkan divisum kalau itu ada. Saya mendorongnya tujuannya, meminta Kadus tersebut untuk meninggalkan tempat itu. Hanya saja cerita ini sudah ditambah-tambah,” ” tegas Abdulkadir.

Dirinya mengungkapkan, persoalan ini bermula saat dirinya menerima laporan bahwa Kadus Ibrahim punya hutang miras disalah satu cafe yang ada di desa Molamahu. Hasil kesepakatan bersama, mereka harus membayar 50 ribu rupiah perorang.

“Namun saat ia (Kadus) datang di rumah sepertinya dia tidak bermaksud membayar, malah menunjukan diri seolah-olah tidak bersalah. Sehingga saya minta dia untuk pulang saja karena saya lihat ia sudah sedikit mengkonsumsi alkohol,” terang Abdulkadir.

“Saat dia keluar dari rumah ternyata masih mampir di kerumunan warga dan memprovokasi mereka. Ayah (mantan Kades Molamahu) dan saya keluar rumah dan memintanya untuk pulang namun ia menolak, sehingga saya mendorongnya sambil menendang bagian kakinya. Tapi perkara ini sudah selesai karena diantara kami sudah saling memaafkan,” jelas Abdulkadir.(Htl).

kpu BOLTIM
HUT Kabupaten Pinrang Ke-60