Diduga Gegara Pemberitaan Media, Aktivis Anti Korupsi Di Gorontalo Jadi Korban Penganiayaan OTK

oleh -
Rahmat Mamonto
Foto : Aktivis anti korupsi Rahmat Mamonto saat dirawat di UGD RSUD Dunda Limboto, Rabu (04/12),(foto Istimewa).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Diduga gegara pemberitaan media, nasib aktivis anti korupsi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD) provinsi Gorontalo Rahmat Mamonto, dikeroyok oleh orang tak dikenal (OTK), di warung kopi Pinogu kecamatan Limboto, kabupaten Gorontalo, Rabu 04/12/2019.

Kepada awak media Rahmat Mamonto mengaku, pada pukul 11.00 wita dirinya berada di warkop Pinogu bersama teman-temanya komunitas warkop. Diantaranya Hj. Upan Bobihue, Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo Ayuba Hida, serta beberapa orang yang nongkrong ditempat tersebut.

“Tiba-tiba datang segerombolan orang tak dikenal tapi tidak langsung bicara. Selang lima menit berada ditempat itu, dengan spontan salah satu dari mereka mengklarifikasi terkait postingan di media sosial terkait pemberitaan media online DM 1 tentang isi berita pelaporan ketua DPRD Kabupaten Gorontalo kepada pihak kepolisian terhadap dua jurnalis,” tutur Rahmat.

“Mereka selaku masyarakat merasa keberatan dengan karikatur yang terpampang dalam berita tersebut. Dia tidak terima atas gambar itu, dan dianggap saya yang membuat karikatur itu. Saya langsung meminta maaf dan meminta waktu untuk menjelaskan, tapi mereka tak hiraukan dan menarik baju saya,” sambung Rahmat.

Rahmah menjelaskan, setelah bajunya ditarik, orang-orang tersebut bergantian melayangkan pukulan hingga dirinya sudah tidak mampu memperhatikan siapa saja orang-orang itu.

“Tapi yang pasti ada beberapa orang yang melakukan penganiayaan itu dengan cara brutal. Saya melihat yang datang lebih dari 10 orang, tapi saya tidak memperhatikan siapa saja yang melakukan pemukulan, saat itu saya sibuk menangkis serangan mereka,” terang Rahmat.

“Saya hanya mengenal wajah mereka, tapi saya sudah memasukan beberapa nama dalam laporan saya ke pihak kepolisian. Untuk memulihkan kondisi, dokter menyarankan saya untuk rawat inap,” lanjut Rahmat.

Kasubag Humas RSUD MM. Dunda Limboto Yacop Mage saat dihubungi media ini membenarkan, bahwa korban penganiayaan atas nama Rahmat Mamonto disarankan oleh dokter untuk rawat inap.

“Setelah dilakukan pemeriksaan pasien mengalami trauma, dokter menyarankan agar korban rawat inap karena akanĀ  dilakukan observasi,” tutur Yakop,(Rollink).

HUT Kabupaten Pinrang Ke-60