Advertizing

banner 728x250

Diduga Gelapkan Dana Organisasi Ratusan Juta, Bendahara Apdesi Pohuwato di Polisikan

  • Bagikan
Riskal Ismail
Foto : Riskal Ismail Ketua Apdesi Pohuwato saat diwawancarai awak media, Kamis (14/11),(foto Hitler).

POHUWATO, Suaralidik.com – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Pohuwato, Riskal Ismail laporkan Kepala Desa (Kades) Botubilotahu One Mbuinga selaku bendahara Apdesi ke Polres Pohuwato, karena diduga menggelapkan dana organisasi hingga ratusan juta rupiah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala desa (Kades) Pohuwato Timur Riskal Ismail yang juga menjadi sebagai Ketua APDESI Bumi Panua, Dugaan penggelapan dana tersebut bermula saat perjalanan dinas para Kades se-kabupaten Pohuwato dalam agenda Silatnas dengan Presiden di Jakarta beberapa bulan lalu.

banner 728x250

“Kami Apdesi mendapatkan rekomendasi sebagai koordinator pemberangkatan kepala desa. Sesuai kesepakan seluruh Kades atau Sekdes berkontribusi sebesar 8.500.000 rupiah,” tutur Riskal kepada awak media, 14/11/2019.

“Semua menyangkut keuangan oleh teman-teman disetor maupun ditransfer langsung ke rekening pribadi Bendahara. Pada saat pemulangan ke Gorontalo kami mengalami kendala, ternyata tiket pesawat belum sepenuhnya dibayarkan oleh Bendahara,” sambung Riskal.

Dirinya mengatakan, saat itu pihak travel menginformasikan ke Apdesi bahwa uang yang seharusnya disetor oleh bendahara 189 juta, namun diberikan ke pihak travel hanya kurang lebih 80 juta.

“Yang seharusnya kita naik pesawat batik dapat jatah naik lion, sehingga barang bawaan kami yang sekitar 1,6 ton dicekal oleh pihak bandara kurang lebih 3 bulan lamanya. Saya yang dirugikan dalam perjalanan ini, karena yang bersangkutan (Bendahara) 1 hari sebelum kepulangan pengendali keuangan berangkat lebih dulu meninggalkan kami,” kata Riskal.

“Saya menduga uang yang terkumpul sudah digunakannya, sehingganya dia meninggalkan kami dan lari dari tanggung jawab. Kita telah sepakat semua pengurus membagi tanggung jawab, diantarnya pengurusan tiket pesawat diserahkan kepada bendahara,” tambah Riskal.

Banit SPKT 2 Polres Pohuwato, Bripka Syahriyanto Sisfair saat ditemui awak media diruang SPKT Polres Pohuwato membenarkan laporan tersebut.

“Memang benar ada laporan itu, hanya saya tidak tau secara pasti. Karena saat itu yang menerima laporan adalah petugas piket lain. Setahu saya, laporanya itu berkaitan dengan pemberangkatan ke luar daerah,” ujar Bripka Syahriyanto

Ditempat terpisah Kepala Desa Botubilotahu One Mbuinga ketika saat dihubungi melalui telepon seluler untuk dimintai tanggapannya, enggan untuk memberikan komentar.(TR/02).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *