Diduga Korupsi Pengadaan Beras, Fery Resmi Ditahan Kejari Marisa Gorontalo

oleh
Tersangka Korupsi pengadaan beras
Satu dari tiga tersangka FK (44) alias Fery resmi ditahan oleh Kejari Maris

GORONTALO, suaralidik.com – Kasus dugaan korupsi pengadaan beras di Badan Urusan Logisitik (Bulog) Gudang Marisa, Kabupaten Pohuwato Provinsi Goontalo, terus diproses oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Marisa. Satu dari tiga tersangka FK (44) alias Fery resmi ditahan oleh Kejari Marisa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fery merupakan orang yang diduga terlibat langsung pada tindak korupsi pengadaan beras di Bulog Marisa pada tahun 2016 silam yang merugikan negara sebesar 5 Milyar tersebut. Bersama RM dan IM yang merupakan pihak pengelola pengadaan beras di Bulog Marisa, FK bertindak sebagai pemasok beras ke Bulog Gudang Marisa.

Akan tetapi dalam pelaksanaannya banyak indikasi penyimpangan yang dilakukan. Mulai dari markup, dimana ditemukanya tanda bukti pembelian yang tidak sesuai dengan jumlah beras yang dibeli. Hingga pembuatan kwitansi fiktif terhadap pembelian beras yang sejatinya tidak pernah dilakukan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Marisa, Khaidir ketika dikonfirmasi mengatakan, penahanan terhadap tersangka FK ini merupakan penahanan pada tingkat penyidikan untuk 20 hari pertama.

“Harapan kami tidak lama lagi setelah penahanan ini ada progres dari pemberkasan sehingga dapat segera naik pada tingkat penuntutan. Disamping itu kita juga sedang dalam penyelesaian dua berkas tersangka lainnya yakni RM dan IM yang notabene adalah pegawai Bulog,” ujarnya.

Untuk dua tersangka tersebut lanjut Kajari Khaidir akan dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan dalam rangka perampungan berkas sehingga dapat segera menyusul FK dalam status penahanan.

“Dimana kita masih membutuhkan keterangan saksi-saksi lainnya, secepatnya selesai perampungan pemberkasan kemudian kita akan terima hasil kerugian negara dari BPKP untuk selanjutnya masuk pada tahap penahanan,” lanjut Kajari Khaidir.

Kasi Intel Kejari Marisa, Renaldy Palyama kembali menjelaskan bahwa keterlibatan FK pada dugaan korupsi pengadaan beras di Bulog Marisa ini berawal dari pembelian beras yang dilakukan oleh dua pegawai Bulog Marisa RM dan IM melalui perantara FK.

“Akan tetapi dalam proses pembelian beras tersebut banyak penyimpangan yang terjadi sesuai penemuan kami dilapangan. Mulai dari markup, dimana jumlah beras yang tertera pada kwitansi tidak sesuai atau lebih sedikit dari jumlah beras yang rill. Hingga pada pembuatan kwitansi fiktif yang seakan-akan mereka melakukan pembelian beras padahal tidak sama sekali. Dimana sesuai penelusuran kami terhadap nama dan alamat penjual beras yang tertera di kwitansi tersebut tidak ditemukan pada Dinas Dukcapil, sehingga dianggap bahwa ini adalah kwitansi fiktif,” tambahnya.

Sementara itu tersangka FK melalui pengacaranya, saat diwawancarai menjelaskan bahwa penahanan ini sudah sesuai prosedur hukum. Karena sesuai dengan perintah undang-undang ketika sudah dalam tahap pemeriksaan kedua pada status tersangka maka harus dilakukan penahanan.

“Adapun langkah kami selanjutnya adalah dengan mengikuti serta mempermudah seluruh tahapan proses hukum yang berjalan dengan penuh transparan. Dalam artian menjelaskan sebenar-benarnya aliran dana pengadaan beras tersebut sesuai dengan fakta yang sebenarnya, sehingga proses hukum ini dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya.(***FAHRM)