Diduga Malpraktek, Keluarga Sang Bayi Laporkan Bidan Puskesmas Limboto Kepolisi

oleh

Orang tua sang bayi bersama kuasa hukumnya saat melakukan conferensi pers,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Bidan dan perawat yang bertugas di Puskesmas Global Limboto Kabupaten Gorontalo (kabgor), Provinsi Gorontalo diduga melakukan malpraktek kepada Sabrina (30) warga Kota Manado Sulawesi Utara (sulut) saat menangani persalinan yang mengakibatkan bayi dilahirkannya meninggal dunia.

Suami Sabrina, Samian Lomula (40) didampingi Kuasa Hukumnya Susanto Kadir SH CPL melaporkan hal ini kepihak Satreskrim Polres Gorontalo.

Samian Lomula saat konferensi pers diruang tunggu satreskrim polres Gorontalo rabu 21/11/2018 menceritakan yang dilami istrinya saat melahirkan anaknya ketiganya yang berakhir dengan kematian.

“Sebagai orang tua, saya merasa keberatan dengan cara bidan puskesmas limboto menangani istri dan bayinya. Saya meduga apa yang dilakukan oleh bidan merupakan suatu kesalahan maupun malpraktek,”kata Samian.

Menurutnya ada pemaksaan oleh bidan dan perwat Puskesmas Limboto, kepada bayi yang ada dalam rahim istrinya agar segera keluar tampa memikirkan keselamatan bay tersebut.

“Pukul 20.00 wita tepatnya senin 24/09 saya membawa istri kepuskes, tiba disana istri saya dicek sudah bukaan yang ke tiga, meski merasa kesakitan tapi ketuban belum pecah, pukul 01.00 dini hari ketuban pecah, 15 menit kemudian terjadi kegaduhan serta kepanikan didalam ruangan persalinan, salah satu bidan kepada kami mengatakan “kami akan bantu”, waktu itu pula perut istri saya sementara didorong oleh bidan yang dibantu oleh perawat lainnya, hingga istri saya merasa perutnya kesakitan,”tutur sang Ayah.

Kurang lebih satu jam, lanjut Samian, perut istrinya terus didorong, hingga tibalah istrinya melahirkan namun bayi dalam keadaan sudah tak bernyawa. Ia menyayangkan bidan tidak melakukan sesuatu malah menunjukan kepanikan, dan balik mempertanyakan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

“Akhirnya saya bersama Ibu Asia Bakari (kerabat) membantu mengeluarkan bayi dari pintu rahim, namun bidan ini tetap menunjukan kepanikan dan malah kebingungan. Sang bayi masih sempat dipompa beberapa kali namun tak ada hasilnya. Hingga saat ini bidan serta perawat yang menangani istri saya tak pernah meminta maaf maupun mnegucapkan bela sungkawa,”keluh Samian dengan nada kesal.

Ia juga menambahkan bahwa hasil dari pemeriksaan Dr Tony bay yang dikandung istrinya dalam keadaan baik tidak ada kelainan, diperkirakan melahirkan pada tanggal 28 hingga 30/11.

“Hasil USGnya ada, keadaan Ibu dan janin dalam keadaan sehat, istri saya tak ada pengeluhan sama sekali, kontraksi bayi sehari lebih dari 20x, dan diwaktu itu kami tak menerima rujukan dari puskes utuk dicesar karena pihak puskes mengatakan istri saya melahirkan secara normal, dan saat samapai dipuskes istri saya diperiksa oleh bidan katanya normal-noal saja,”ungkap Samia,(***Rollink).