Diduga Melanggar Pidana Pemilu, Bawaslu Laporkan IA Caleg DPRD Kabgor Ke Polisi

oleh -243 views
Foto : Salah satu anggota Gakumdu Bawaslu Kabgor saat menyerahkan laporan temuannya kepihak SPKT Polres Gorontalo,(foto Thoger)

Gorontalo, Suaralidik.com – Berbagai trik yang dilakukan oleh para Calon Anggota Legislatif (Caleg) untuk menarik perhatian atau memikat hati masyarakat pada pemilihan legislatif 17 april 2019 nanti. Tak tanggung – tanggung para Caleg menjanjikan sesuatu kepada masyarkat terlalu berlebihan.

Tampa disadari oleh para Caleg, bahwa janji yang mereka utarakan kepada masyarakat menjadi bumerang buat pribadi mereka. Salah satunya IA, Caleg DPRD Kabupaten Gorontalo (Kabgor) ini terpaksa harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Setelah dilakukan pembahasan dan kajian di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu), Bawaslu Kabgor akhirnya melaporkan IA kepihak kepolisian Polres Gorontalo, Rabu 09/01/2018.

IA merupakan caleg dari salah satu partai, yang diduga melanggar undan-undang pemilu no 7 tahun 2017, karena diduga adanya unsur menjajikan sesuatu dan memberikan uang atau materi lainnya yang sengaja dicantumkan didalam peraga kampanye.

“Setelah dilakukan kajian selama 14 hari di Gakkumdu, hari ini kami atas nama Bawaslu melaporkan dugaan pelanggaran pidana pemilu, yang diduga dilakukan oleh salah satu caleg untuk DPRD Kabgor yang berinisial IA dari partai politik dikabgor, agar bisa ditindak lanjuti ke proses penyelidikan.”tutur Ketua Bawaslu Kabgor Wahyudin Alikil kepada awak media usai memberikan laporannya ke SPKT Polres Gorontalo.

Hal ini dilakukan guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dalam rangka menjamin terciptanya pemilu yang berkeadilan dan berintregritas.

“Yang kita laporkan adalah adanya unsur menjanjikan, yang sengaja dicantumkan dalam alat peraga kampanye dan sekarang terpasang diwilayah kecamatan Limboto kelurahan Bolihuwangga.”ungkap Wahyudin.

Diiduga IA melanggar undang-undang pemilu no 7 tahun 2017 pasal 280 junto pasal 523 , dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara dan denda 24 juta rupiah.(***Rollink).