Diduga Provokasi Warga, Istri Sekda Kabupaten Nduga Papua Diamankan Polres Gorontalo

oleh -7 views

Foto : Ance Marjun Moomin (45) saat diwawancarai awak media usai diamankan Polres Gorontalo,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Ance Marjun Moomin (45) istri dari Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga Provinsi Papua terpaksa diamankan oleh kepolisian Polres Gorontalo, Rabu 29/05/2019.

Selain Ance, kepolisian juga menahan saudaranya Alex Yunus (41) warga kelurahan Bionga kecamatan Limboto kabupaten Gorontalo karena diduga memprovokasi warga dalam pemblokira ruas jalan Gorr yang terletak dikelurahan Bionga.

Kapolres Gorontalo, AKBP Dafcoriza, S.ik, M.sc kepada awak media mengatakan, bahwa penahan keduanya karena diduga sebagai provokator atau otak dari pemlokiran jalan Gorr.

“Akar dari permasalahnya adalah sengketa sertifikat tanah di antara mereka pemilik tanah dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Gorontalo. Namun kami sebagai penegak hukum melihat ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh kedua terduga.”kata Kapolres.

Menurut Kapolres, para tersuga telah mengambil tindakan yang keliru, yang telah melanggar pasal 192 KUHP, huruf 1 e, yang artinya barang siapa dengan sengaja merintangi jalan fasilitas umum diancam dengan kejahatan penjara selama lamanya 9 tahun.

“Sedangkan hufuf 2 e, apabila perbuatan tersebut melakukan tindakan tersebut menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan mengakibatkan seseorang meninggal dunia maka ditambah dengan dua pertiga hukuman, jadi ancamannya 15 tahun penjara,”jelas Dafcoriza.

Untuk sementara kedua yang diduga provokator ini ditahan di unit lV PPA Polres Gorontalo untuk dilakukan pendalaman oleh penyidik.

Dafcoriza juga mebeberkan, bahwa salah satu yang diamankan merupakan istri Sekretaris Daerah Kabupen Nduga Provinsi Papua.

“Wanita bernama Ance Marjun Moomin adalah isteri dari Sekda Nduga Provinsi Papua. Ditahan atau tidak, kita lihat setelah pemeriksaan nanti,”tegas Dafcoriza.

Sementara Ance Marjun Moomin yang juga sebagai kepala Bidang Perijinan Dinas Perdagangan kabupaten Nduga kepada awak media mengatakan, pihaknya merasa kecewa dengan ulah pihak kepolisian.

“Ini kan bukan kasus pembunuhan, tidak ada pemukulan, lalu mengapa kami diamankan?,”kata Ance.

Pihaknya membantah, jika dirinya dan keluarganya diduga memprovokasi terkait pemblokiran jalan. Menurutnya apa yang dilakukan adalah bentuk perjuangan menuntut hak mereka sebagai pemilik tanah.

“Kami melakukan pemblokiran jalan dan mengalihkan para pengendara untuk memperjuangkan hak yang belum kami diterima,”tutup Ance,(***Rollink).