Diduga Sarat Korupsi, Usut Pembangunan Lapen Kampung Bumi Mas !

oleh -133 views
Kejaksaan Negeri Lampung Tengah Diminta Mengusut dugaan korupsi di pekerjaan jalan

LAMPUNG TENGAH, Suaralidik.com– Pembangunan jalan lapis panetrasi (lapen) di kampung bumi mas kecamatan seputih agung kabupaten lampung tengah diduga jadi ajang korupsi oknum kepala kampung setempat.

Pasalnya, di sepanjang badan jalan yang di lapen sangat nampak terlihat banyak menggunakan jenis batu cadas atau batu kapur warna merah yang di ampar di sepanjang badan jalan.

Jika batu cadas atau batu kapur yang sudah di ampar di sepanjang badan jalan tersebut jika dibandingkan dengan jenis batu sepelit dengan ukuran yang sama tentunya harga dan kwalitasnya pun sangat jauh berbeda.

Besar dugaan terdapat kerugian keuangan negara dalam pelaksanaan pembangunan jalan Lapen di kampung bumi mas kecamatan seputih agung kabupaten lampung tengah.

Penelusuran media ini, ada indikasi  korupsi melibatkan oknum kepala kampung setempat untuk memperkaya diri tanpa memikirkan dampak serta mutu pembangunannya.

Seperti yang di ungkapkan sumber belum lama ini Rabu 26/12/2019 melalui telpon selulernya dan tak ingin namanya di tulis mengungkapkan,
Semua pembangunan fisik yang ada di kampung bumi mas lampung tengah semuanya di kelola dan di kendalikan oknum kepala kampungnya sendiri.

Kegiatan itu tak melibatkan perangkat desanya dalam semua pembelian bahan matrial yang dibutuhkan.

Tidak berhenti sampai di situ saja, tenaga kerjanya (tukang) pun oknum kepala kampungnya sendiri yang mencarinya.

Parahnya lagi, hampir semua pembangunan yang ada di kampung tersebut selalu di pihak ketigakan dan di borongkan kepada pemborong yang berasal dari luar  kampung.

Seharusnya,  setiap pembangunan di desa yang menggunakan anggaran dana desa wajib memperdayakan serta melibatkan masyarakat setempat atau dengan istilah padat karya.

Lebih lanjut di ungkapkannya, hampir semua perangkat desa kampung bumi mas mengeluh karena hanya di jadikan oknum kepala kampung sebagai pelengkap dan tamengnya saja untuk melancarkan aksi aksinya untuk meraup keuntungan pribadi.

Lihat saja hasil pembangunan jalan lapen yang masih di kerjakan para tukangnya, diprediksi kwalitasnya tidak akan bertahan cukup lama dan pasti akan mudah rusak.

“Kami sangat berharap dan meminta kepada pihak terkait khususnya aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti dugaan penyelewengan kegiatan fisik,”ucap Edi, pegiat anti korupsi.

Terpisah, kepala tukang yang di konfirmasi Tim investigasi di lokasi pembangunan jalan lapen Kamis 27/12/2019 mengatakan, para pekerja (tukang) semuanya berjumlah 18 orang yang mengerjakan pekerjaan lapen.

“Gaji harian kami sebesar Rp 80.000;/orang/hari dan kami berunding dan menerima pembayaran honor atau gaji kami dari pak sungkono bukan melalui kepala kampungnya, karena pak sungkonolah yang memerintahkan kami bekerja di kampung ini,”pungkasnya.

Dilain pihak, kepala kampung bumi mas Ahmad Untung saat di konfirmasi Tim invetigasi dilokasi pembangunan jalan lapen terkait hal tersebut di atas mengungungkap kan, jenis batu seperti ini adalah hal yang wajarlah jika ada satu dua batu yang seperti ini (batu cadas atau batu kapur warna merah) karena tidak semua batu yang di gunakan harus batu yang mulus semunya, batu yang digunakan untuk pembangunan jalan lapen di kampung bumi mas saat ini jika di bandingkan dengan kampung kampung lain yang berada di kecamatan seputih agung, menurut saya lebih bagus dan baik batu yang dikampung kita, karena menurut pak sengkono batu tersebut sudah memenuhi target lur, karena pembangunan jalan tol saja mengunakan batu jenis ini juga lur, buktinya semuanya normal normal saja tanpa suatu masalah ucapnya.

Lebih lanjut di katakannya, semua kampung di kecamatan seputih agung rata-rata memesan batunya melalui pak sungkono, karena dialah yang menjadi pemborong atau seplier batu selama ini, dan untuk kampung bumi mas.

“saya sendiri yang langsung memesan batunya kepada pak sungkono dengan harga hampir  Rp 300.000;/kubiknya “kata Kepala Kampung Ahmad. (***Edi)