Diduga Tambang Potolo Dibacking Oknum Polda Sulut, Kapolri Diminta Periksa dan Tutup Lokasi

oleh -
Tambang Potolo - Polda Sulut
Suasana lokasi tambang Potolo yang tak memiliki dokumen perizinan.

BOLMONG,Suaralidik.Com – Aktivitas Penambangan tanpa izin (Peti) Potolo kian merajalela saja. Puluhan alat berat semakin menambah eksis pengerukan emas di lahan milik warga yang dicaplok semena-mena.

Karena kompetensi penegak hukum mulai Polsek hingga Polda Sulut ompong, sehingga Mabes Polri menjadi harapan terakhir.

Kapolri Jenderal Idam Azis diminta segera turun tangan untuk menutup tambang Illegal yang ada di Potolo karena pertambangan yang tidak memiliki ijin sama sekali.

Sudah bukan Rahasia umum lagi karena di pertambangan Potolo sudah banyak alat berat yang di datangkan oleh para pengusaha yang berduit bahkan di back Up oleh oknum aparat.

Tak hanya oknum aparat. Godaan emas itu sudah menggurita menggoda oknum pemerintah main mata hingga lahan illegal itu tetap menjadi operasi tambang.

Informasi yang didapatkan bahwa kegiatan ini dibiayai oleh pemilik modal asal Manado yang dikenal dengan inisial ;

ko sten dan ko ade, ” yang kita tau bos orang manado depe nama ko sten, ko ade, ko san, Rewa, Ci glor, Bos gusri dan bos Hj.

Mereka inilah yang di ketahui sebagai pendonor di beberapa titik lokasi tambang potolo itu. tambahnya.

Ketua pemuda yanoyan Abdul Nasir ketika di konfrimasi akan hal tersebut membenarkan adanya kegiatan tambang emas illegal di potolo

”Setau saya memang ada kegiatan di Potolo itu dan mereka menggunakan alat berat tetapi lebih jelasnya silahkan menghubungi kepala desa Tanoyan selatan bapak Urip detu dan ketua BPD bapak Ismet Olii sebab mereka yang lebih paham terkait aktifitas tambang di potolo itu,” kata Nasir.

Ditambahkan Nasir lagi bahwa sampai saat ini yang diketahuinya lokasi tambang tersebut sedang dalam perkara antara adrian kobandaha dan Gusri lewan. objek sengketanya adalah tanah lokasi tambang tersebut. disisi lain ada juga yang mengaku pemilik tanah dengan menunjukan card tanah yaitu mama angga.

Sementara itu kader Angsor Ade chandra mnegungkapkan bahwa Polda Sulut dianggap melakukan pembiaran. Tidak mungkin aktifitas tambang emas illegal sebesar itu tidak diketahui oleh mereka, bahkan saya curiga jangan-jangan Polda sengaja tutup mata karena ada didalam aktifitas tambang itu,” kata Ade.

Ini amat berkaitan, sebab aktivitas itu tetap jalan walaupun itu illegal.

“pemilik modal ini kebal Hukum karena mereka sudah ada komitmen dengan oknum-oknum petinggi Polda sulut untuk pembagian hasilnya. hal ini harus di klarfikasi oleh pihak polda sulut jangan sampai isu yang beredar di Masyarakat itu dianggap benar. apalagi kami ketahui ko stenli ini punya banyak teman oknum yang berpangkat tinggi di polda sulut,”beber Ade.

Ade juga menambahkan bahwa terkait masalah tambang ilegal di potolo susah diteribkan oleh Polda Sulut. Sebaiknya hal ini di buatkan laporan ke kapolri langsung.

“kami berharap pak kapolri jendral polisi Idam Asis bisa mengetahui aktifitas tambang ilegal terbesar di sulawesi utara ini, saya percaya jika diketahui kapolri banyak pejabat polda sulut yang di copot oleh kapolri karena berkonspirasi dengan oknum oknum pelanggar hukum tersebut. ” kita berdoa saja semoga secepatnya pak Kapolri Idam Asis bisa mengetahui permainan oknum pejabat di polda sulut ini sehingga beliau dapat mengambil langkah tegas akan permasalahan ini. bahkan jika kami selaku masyarakat bisa bermohon untuk pak kapolri datang meninjau langsung lokasi tambamg emas ilegal itu alangkah lebih baik agar benar benar beliau melihat fakta yang selama ini di sembunyikan oleh jajaranya,”tutupnya. (Tim/Investigasi)

kpu BOLTIM
HUT Kabupaten Pinrang Ke-60