Diktator pun tau diri dan punya rasa malu.

oleh

SuaraLidik.com_Seorang yang bernama Luthfi mutty, menulis pada akun Facebook nya yang menanggapi kejadian yang akhir-akhir ini terjadi di Sulawesi Selatan, Luthfi mutty menulis pada pukul 18.45 wita, Selasa/12/2016.

Luthfi mutty
Luthfi mutty

Tulisannya: Jend. Fransisco Franco tampil sbg penguasa Spanyol (1939-1975) setelah memenangkan perang saudara yg berlangsung di negara tsb (1936-1939). Saat itu Spanyol adalah negara yg berbentuk republik setelah rajanya, Alfonso XIII turun tahta dan diasingkan pada 1931.
Jend. Franco memerintah scr diktator militer. Mottonya yg terkenal: “rezim kami berdasarkan bayonet dan darah, bukan pd pemilihan yg munafik”.
Rupanya Franco menyadari bhw kekuasaan yg ada dlm genggamannya adalah milik keluarga kerajaan. Karena itu pd 1969, ia menunjuk Juan Carlos, cucu raja Alfonso XIII kembali menjadi raja ketika ia meninggal kelak.
Tgl 22 Nopember 1975, dua hari setelah jend. Franco wafat, Juan Carlos naik tahta. Spanyol kembali jadi kerajaan.
Jend. Franco memang seorang diktator. Tapi ia masih sadar dan tau diri bhw ia tdk berhak atas tahta Spanyol. Padahal apa susahnya jika ia mau jadi raja? Bukankah sebagai diktator, ia bisa saja mengeluarkan dekrit yg menunjuk dirinya sbg raja Spanyol dan dgn demikian maka keturunannya berhak atas tahta itu.
Rupanya jend. Franco yg diktator masih punya rasa malu.

Sumber: Luthfi Mutty, pada Dinding Facebook-nya

AT#