Dilatih Untuk Terampil Ala SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut

oleh
Siswi SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut peserta LKK tiba di Puskesmas Bohabak, salah satu sarana kesehatan Pemerintah yang MOU dengan SMK Kesehatan Asy Syifa
Photo : Siswi SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut peserta LKK tiba di Puskesmas Bohabak, salah satu sarana kesehatan Pemerintah yang MOU dengan SMK Kesehatan Asy Syifa

Bolmut – suaralidik.com, SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut melepas siswa siswinya untuk melaksanakan Latihan Kerja Kesehatan di sarana kesehatan pemerintah yang telah menjalin MOU sebagai lahan praktek siswa siswi SMK Kesehatan Asy Syifa. Kegiatan LKK ini akan berlangsung selama 1 (satu) bulan sejak tanggal 29 Oktober 2018 sampai dengan 29 November 2018. Para siswa yang mengikuti program LKK harus berusaha menguasai kompetensi yang telah ditetapkan dalam 1 periode praktek. Program LKK ini merupakan bagian integral dari kurikulum di SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut dimana setiap semester siswa siswinya harus melakukan aktivitas di dunia industry minimal dalam jangka waktu 1 (satu) bulan dan maksimal 3 (tiga) bulan. Dengan kigiatan LKK ini SMK Kesehatan Asy Syifa bolmut berusaha menghadirkan ditengah masyarakat lulusan yang memiliki kemampuan sebagai asisten tenaga kesehatan yang terampil dan berdaya saing. Program LKK adalah program belajar langsung di dunia industry dalam hal ini industry bidang kesehatan yang dimana calon asisten tenaga kesehatan akan melakukan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajarya di Dunia Industri. SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut melepaskan siswa siswinya untuk melaksanakan LKK di 3 sarana kesehatan pemerintah yaitu PKM Bohabak, PKM Bintauna, dan RSUD Bolaang Mongondow Utara. Yang istimewa dari program LKK ini adalah mereka yang duduk dibangku kelas X sudah diterjunkan untuk melakukan praktek sesuai dengan kompetensi yang telah mereka peroleh dibangku sekolah, sehingga mereka sudah mulai merasakan pengalaman dunia industry sejak semester awal mereka masuk di SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut.

Tuntutan kebutuhan pasar lapangan kerja bidang kesehatan meminta agar para pekerja yang terjun disana adalah mereka yang memiliki pengalaman praktek yang memadai dan sesuai dengan standar yang berlaku. Industry bidang kesehatan adalah bidang yang berhubungan langsung dengan kesehatan manusia sehingga membutuhkan keterampilan yang cukup agar berdampak baik bagi kesehatan. Hal ini sejalan dengan arahan presiden untuk melakukan revitalisasi SMK dalam menjawab kebutuhan pasar. Saat ini para lulusan SMK bidang kesehatan secara hukum telah dilindungi dengan Undang-undang Tenaga Kesehatan dalam melaksanakan kegiatannya yang turunannya telah diterbitkannya peratran meteri kesehatan tentang penyelenggaraan pekerjaan asisten tenaga kesehatan. SMK sebagai model penyelenggaraan pendidikan yang dianggap relevan untuk menjembatani kesenjangan antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia usaha, dalam perkembangannya justru tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Kepala SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut menyebutkan setidaknya ada 8 manfaat dilaksanakannya praktek didunia industry bagi para peserta didik SMK antara lain : Pertama Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian profesional, dengan keterampilan, pengetahuan, serta etos kerja yang sesuai dengan tuntutan zaman. Kedua mengasah keterampilan yang di berikan sekolah menengah kejuruan ( SMK ). Ketiga menambah keterampilan, pengetahuan, gagasan – gagasan seputar dunia usaha serta industri yang professional dan handal. Keempat membentuk pola pikir siswa -siswi agar terkonstruktif  baik serta memberikan pengalaman dalam dunia Industri maupun dunia kerja. Kelima menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait, baik dalam dunia usaha maupun dunia Industri. Keenam mengenalkan siswa – siswi pada pekerjaan lapangan di dunia industri dan usaha sehingga pada saatnya mereka terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat. Ketujuh meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam mendidik dan melatih tenaga kerja yang berkualitas. Dan kedelapan sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan bahwa pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.

Pendidikan vokasi atau kejuruan di Barat menjadi tolak ukur dalam pengelolaan pendidikan vokasi di Indonesia, dimana mereka menerapkan pola 70-30 dimana 70% pendidikan akan dilalui langsung di dunia industry dan 30% dibangku sekolah. Saat ini SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut menerapkan pola praktek lapangan dengan system 6 bulan selama 3 (tiga) tahun masa pendidikan, hal ini masih dirasa kurang bila dibandingkan pola pendidikan vokasi yang diterapkan di eropa. Kedepan SMK Kesehatan Asy SYifa bolmut berharap dapat lebih memberikan pendidikan yang maksimal melalui kerja sama yang baik dengan dunia industry. Pemilihan model pendidikan sistem ganda (dual system) merupakan sistem pendidikan yang sangat tepat untuk meningkatkan kompetensi siswa, penyerapan lulusan siswa yang dibutuhkan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) serta efisiensi pada SMK. Model pendidikan sistem ganda merupakan tuntutan dari perkembangan teknologi yang begitu pesat dan menuntuk para lulusan SMK bisa langsung bekerja di DU/DI, karena pada pendidikan sistem ganda siswa SMK 30% sekolah dan 70% praktik di industri. Kepala SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut menyebutkan bahwa membiarkan siswa vokasi atau kejuruan lebih banyak berada waktunya dibangku sekolah merupakan kejahatan pendidikan yang dilakukan oleh sebuah sekolah. Menteri pendidikan dan kebudayaan Muhajir Effendy juga mengarahkan pola pendidikan SMK dengan pola 70 – 30 sebagai jawaban strategis menyosong era perdagangan bebas, senada dengan itu Menteri Perindustrian menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan diubah sistemnya, dari yang awalnya menitik beratkan ke pelajaran umum, menjadi spesialis. Namun sayang beberapa pihak pengambil kebijakan ditingkat daerah banyak yang belum memahami arah dari pendidikan SMK secara global yang itu berdampak pada pola kebijakan anggaran dan kebijakan kegiatan yang cenderung tidak mengembangkan pola pengelolaan SMK.

Press Rilis : Kepala SMK Kesehatan Asy Syifa Bolmut

Penulis : abrm