banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Dimotori 16 Pemuda Inovatif, Kini Desa Benteng Palioi Produksi Dodol Palio

Dodol Palioi - Desa Benteng Palioi Kab Bulukumba
Dodol Palioi

Bulukumba, suaralidik.com – Melalui kelompok usaha AKSATA, sebanyak 16 pemuda di Desa Benteng Palioi Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba berkreasi memproduksi makanan khas Dodol Palio.

Diketuai oleh Rahman, mereka melakukan produksi perdanya pada 25 Desember 2021.

Dodol Palioi ini diolah menggunakan bahan lokal yang dikelolah secara higienes untuk menjamin kesehatan dan layak konsumsi.

“Kita melihat perkembangan sejak dahulu kita sering menemukan dodol hanya pada waktu tertentu saja, seperti hari besar Islam, ini menjadi inspirasi tersendiri dalam mengangkat kue tradisional agar bisa kita nikmati di luar hari besar, serta bisa mudah dijumpai,” kata Rahman pada upos.id pada Jumat (31/12/2021) kemarin.

Bahan yang digunakan menggunakan bahan baku yang diambil dan diolah dari hasil produksi lokal desa,

“Khasnya adalah, dari bahan baku yang kita gunakan itu dari produksi dalam desa itu sendiri dan juga sebagai upaya dalam membantu peningkatan produksi local, proses pembuatanya masih sangat tradisional, menggunakan wajan di atas tungku dengan kayu bakar untuk tetap menjaga cita rasa khasnya,” jelas Rahman.

Proses pembuatan Dodol Palioi

Mulai dari proses pematangan kelapa, pengolahan gula hingga adonan lainnya diolah secara tradisional

“Dodol Palioi ini tentu memiliki perbedaan tersendiri dari dodol pada umumnya. Mulai dari proses pematangan kelapa, pengolahan gula dan adonan lainnya diolah dengan cara tradisional tersendiri,” jelas salah satu anggota Aksata bernama Rahman.

Varian Rasa

Dengan harga ekonomis dan bersahabat, Dodol Palioi menyediakan varian rasa yakni original, durian, wijen, kacang tanah.

Ketua PKK Benteng Palioi, Hasmira, mengatakan tentunya sangat mendukung kreasi anak muda,

“Menjadi harapan kami bahwa, Benteng Palioi bisa jadi tumbuhnya UMKM, selain dari dodol Palioi ada juga usaha UKM, seperti kripik pisang, keripik halma. Dan saya berharap produk dodol ini bisa masuk di pasar modern (supermarket), dan berharap dukungan pemerintah dalam pengembagannya,” harap Mira, sapaan akrabnya.

Senada yang disampaikan Kepala Desa Benteng Palioi, Syarif, turut mengapresiasi kehadiran produk tersebut,

“Kami selaku pemerintah desa sangat memberi support kepada anak muda, apalagi ditengah pandemi ini anak muda mampu meningkatkan ekonomi UKM,” tutup Syarif.(*)