Dinas Peternakan Dan perkebunan Pinrang Adakan Sosialisasi Pelarangan Pemotongan Sapi Betina Produktif

oleh

Pinrang, Suaralidik.com – Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang mengadakan sosialisasi pelarangan pemotongan sapi betina produktif di aula kantor Camat Lanrisang Pinrang. 04/12/2018.

Peserta Yang Hadir Dalam Kegiatan Sosialisasi Pelarangan Pemotongan Sapi Produktif

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Lanrisang H. Abd. Asis Mustari, S,pdi, Tim dari Polres Pinrang, Kapospol Lanrisang, Damposramil, serta Kepala Desa Se Kecamatan Lanrisang. Dari Dinas Peternakan sendiri diwakili oleh Kabid Keswan Kesmavet dan penyuluhan, Drh. Hj. Elvi Martina.

Kabid Keswan Dinar Peternakan Dan Perkebunan Drh. Elvi Martina

Kegiatan sosialisasi ini dibuka langsung oleh Camat Lanrisang, H. Abd. Asis Mustari, S,pdi kemudian penjelasan dari Kabid Keswan dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Drh. Hj. Elvi Martina.
Menurut beliau, larangan pemotongan sapi betina produktif di lindungi oleh Perda Sulawesi Selatan Nomor 4 tahun 2016 dan Pergub Nomor 155 tahun 2017.

Diterangkan bahwa larangan pemotongan sapi betina produktif itu berumur dibawah 8 tahun. Jadi sapi betina dibawah umur 8 tahun dianggap masih produktif dan perlu dikembang biakkan sehingga populasi sapi bisa terjaga serta target 2 juta sapi dapat terpenuhi. Sedang sapi betina yang sudah berumur diatas 8 tahun diperbolehkan untuk dipotong.

Menurut Hj. Elvi, pemotongan sapi betina produktif akan dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Pada saat hari kurban pun perlu diawasi mengenai sapi sapi yang akan dikurbankan. Apabila didapatkan ada sapi betina yang masih produktif dijadikan hewan kurban maka akan ditegur dan diupayakan diganti dengan sapi betina yang sudah tidak produktif lagi ataukah diganti dengan sapi jantan.

Sejalan dengan Kabid Keswan, Camat Lanrisang menambahkan bahwa pelarangan sapi betina produktif membantu dalam menjaga produktifitas sapi lokal. “Intinya larangan pemotongan sapi betina produktif bertujuan untuk menjaga populasi sapi sehingga mampu mengatasi adanya impor sapi dari luar”,kata Pak Camat. (ISWA/RIS)