Dinkes Boltim Gelar Buka Puasa Bersama

oleh -

Foto : Suasana buka puasa bersama jajaran Dikes Boltim,(foto istimewa).

Boltim, Suaralidik.com – Seluruh Jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) gelar buka puasa bersama dengan tema ‘Berbagi Kasih di Bulan Suci’. Bertempat di lantai dua Dinkes Boltim, Kamis 23/05/19.

Terpantau, Giat yang runtin digelar setiap bulan ramadhan sejak tahun 2014 tersebut berlangsung khidmat.

Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk mempererat tali silaturahmi.

“Buka puasa bersama ini setiap tahun dilaksanakan sejak tahun 2014. Pun kegiatan ini untuk memperkokoh ikatan silaturahmi antar sesama Aparatur Sipil Negara (ASN) Boltim terkhusus dibidang kesehatan,” terang Marsidi.

Diharapkannya, bulan yang penuh berkah ini mampu membawa kita ke perubahan karakter menjadi lebih baik.

“Semoga dibulan suci yang hanya hadir sekali dalam setahun ini mampu merubah kepribadian menjadi lebih baik. Tentunya jika lebih baik, maka akan membawa perubahan bukan hanya berdampak baik bagi diri sendiri namun juga bangsa dan negara. Semoga ibadah puasa kita semua diterima Allah SWT, amiin,” tukasnya.

Setelah itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Boltim, Muhammad Kusdi Ismail dalam ceramahnya mengajak untuk mengikuti perintah sebagaimana disebutkan dalam kitab suci Alqur-an, sebab kandungan yang ada di dalamnya semua adalah firman Allah sang maha pencipta.

“Sebagai manusia yang taat beragama, marilah kita mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya seperti ajaran yang disebarkan Nabi besar Muhammad SAW. Mari kita tuntaskan puasa sebulan penuh hingga hari kemenangan (Idul Fitri),” tutur Ismail.

Selain itu lanjutnya, pada bulan ramadhan 1440 Hijriah ini, ibadah puasa sangat diwajibkan bagi kaum muslimin.

“Bagi kita yang sehat tanpa ada halangan diwajibkan untuk berpuasa. Ada beberapa faktor yang boleh tidak berpuasa atau boleh tidak menunaikan kewajiban sebagai umat muslim yakni, jika sedang sakit parah, gangguan kejiwaan, usia tua (sudah sangat lemah), dan wanita yang berhalangan datang bulan (haid),” jelasnya.

Acara tersebut diakhiri dengan pembacaan doa berbuka puasa, selanjutnya salat magrib berjamaah.(***TR).