Direktur RSUD MM Dunda Limboto Dicopot?

oleh -
RSUD MM Dunda Limboto
Foto : RSUD MM Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo,(foto Thoger/Suaralidik.com).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Nyaris tak diketahui publik, Direktur RSUD MM Dunda Limboto kabupaten Gorontalo dr. Moh. Natsir Mawardy Abdul tersiar dicopot dari jabatannya.

Bahkan penonaktifan sang Direktur digelar secara diam-diam pada malam hari, Selasa 07/01/2020 usai sholat Isya, hingga luput dari pantauan awak media.

Untuk mengetahui pasti kebenaran berita penonaktifan Direktur RSUD MM. Dunda, wartawan media ini berusaha mengorek keterangan dari salah seorang yang masuk dalam pemerintahan Kabupaten Gorontalo.

“Barusan memang ada, tapi digelar dimana itu saya tidak tahu,” ujar staf khusus yang tak mau identitasnya diberitakan melalui sambungan telepon.

Bahkan beberapa saat sebelumnya, dirinya mengaku sudah menerima surat edaran penonaktifan direktur dr. Moh. Natsir Mawardy Abdul melalui handphone miliknya.

“Ya, surat penonaktifan itu sudah beredar melalui HP. Saya juga dapat, masuk di HP saya. Yang menggantikan dokter Irawan, Irawan apa saya tidak melihatnya pasti. Tapi begitu nama depannya,” paparnya.

Sebelumya, Kepala Dinas Kesehatan Roni Sampir, mengaku telah menerima kabar rencana penunjukan Plt Direktur RSUD MM Dunda Limboto. Namun untuk menentukan, dirinya tidak bisa masuk keranah tersebut mengingat hal itu merupakan kewenangan Baperjakat.

“Soal rencana Plt Direktur rumah sakit saya sudah menerima kabar itu, tapi itu hak Baperjakat. Kewenangan untuk menentukan ada pada mereka, saya tidak bisa masuk ke wilayah itu. Namun apapun keputusannya kami terima,” terang Roni.

Sama halnya dengan Kadis Kesehatan, Anggota Komisi lll DPRD kabupaten Gorontalo, Suwandi Musa mengungkapkan, Bupati Gorontalo berencana akan menunjuk Plt untuk mengganti Direktur RSUD Limboto.

“Menyingkapi laporan kami, pak Bupati berjanji akan segera menelepon Kadis Kesehatan untuk melakukan penunjukan Plt, sambil menunggu mekanisme job bidding. Rencananya hari ini (red_Selasa 07/01),” ujar Suwandi usai melakukan pertemuan dengan Bupati Gorontalo.

Diduga penonaktifan Direktur tersebut bermula dari keluhan para tenaga kesehatan RSUD MM Dunda kepada Komisi lll DPRD Kabupaten Gorontalo, terkait sikap Direktur yang dinilai otoriter. Oleh para wakil rakyat, aspirasi tersebut langsung disampaikan  kepada Bupati Gorontalo.(Rollink).

kpu BOLTIM
HUT Kabupaten Pinrang Ke-60