banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Disdik Kota Makassar Liburkan Siswa Akibat Cuaca Ekstrem

Dinas Pendidikan Kota Makassar, Meliburkan Siswa TK, SD dan SMP, Akibat Cuaca Ekstrem Melanda Kota Makassar.

Makassar, SuaraLidik.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar meliburkan seluruh sekolah tingkat TK, SD dan SMP. Keputusan ini diambil setelah cuaca buruk terjadi di kota Makassar.

“Seluruh TK, SD dan SMP di kota Makassar baik negeri maupun swasta diliburkan selama 3 hari sejak 21-23 Februari,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin saat di konfirmasi, Senin (21/02/2022).

Dinas Pendidikan kota Makassar mengambil langkah ini setelah kondisi yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Cuaca ini disebut membahayakan para siswa.

“Proses belajar mengajar juga pasti tidak maksimal. Banjir di mana-mana juga. Olehnya itu saya minta siswa yang sudah terlanjur berada di sekolah untuk segera pulang,” jelasnya.

Ada sekitar 700 sekolah di kota Makassar terpaksa diliburkan. Namun siswa tetap mengikuti proses belajar mengajar melalui daring/online.

“Selama 3 hari mengikuti proses daring/online sambil melihat kondisi cuaca yang terjadi di Kota Makassar,” ungkap Muhyiddin.

Kota Makassar sendiri hingga saat ini masih di guyur hujan dan angin kencang. BMKG Makassar mengeluarkan himbauan peringatan dini cuaca di wilayah Sulawesi Selatan.

Akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda kota Makassar, mengakibatkan dua lokasi di Kecamatan Biringkanaya dilaporkan terendam banjir. Warga di daerah rawan bencana diminta waspada karena saat ini status siaga banjir.

“Titik genangan di Kecamatan Biringkanaya yaitu di Paccerakkang (Berua) dan Sudiang dengan ketinggian 40-60 sentimeter,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kota) Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, Senin (21/02/2022).

Ketinggian air tersebut masih dalam status aman lantaran masih belum terdampak ke rumah warga, meski status saat ini siaga banjir.

“Kalau tingginya segitu belum terdampak rumah, karena rumah warga sudah tinggi. Warga baru terganggu lalu lintas di jalan raya. Banyak titik tapi kondisinya belum terjadi banjir,” jelasnya.

“Sejak tanggal 18 (Februari) himbauan dari BMKG, kita tetap waspada karena hujan lebat. Status siaga banjir saat ini,” pungkasnya.