banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Disdik Sulsel Laksanakan Rakor Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan Tingkat Provinsi Tahun 2022

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Harpansa, MM, Saat Memberikan Sambutan Sekaligus Menutup Rapat Koordinasi Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan Tingkat Provinsi Tahun 2022, Yang Dilaksanakan di Hotel Claro, Jumat (18/03/2022).

Makassar, SuaraLidik.com – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022, “Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Renja Perangkat Daerah Tahun 2023”, yang dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 17-18 Maret 2022, di Hotel Claro, Jalan A.P. Pettarani, kota Makassar, Jumat (18/03/2022).

Dalam Rakor tersebut, dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Setiawan Aswad, M.Dev, PLG.

banner 728x250

Pada acara Rakor Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan Tingkat Provinsi menghadirkan 7 pemateri, diantaranya Alwildan, Bapelitbangda, BKAD, GTK Disdik Sulsel, Inspektorat, LPMP serta TGUPP.

Kegiatan Rapat Koordinasi Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022, Jumat (18/03/2022) resmi ditutup oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Harpansa, MM yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Setiawan Aswad, M.Dev, PLG yang berhalangan hadir.

Sebenarnya, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Setiawan Aswad yang akan menutup kegiatan ini, namun karena beliau ada pertemuan marathon dan acara lainnya yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga kami harus mewakili untuk menutup Rakor pada hari ini.

Dalam sambutannya dihadapan peserta rapat, Harpansa menekankan beberapa poin penting dari kegiatan ini, selama mengikuti rapat koordinasi tentunya kita semua telah mendapatkan ilmu yang harus kita implementasikan di tempat tugas masing masing.

Ia pun menjelaskan bahwa, tentang sistem manajemen pengelolaan Dana BOS, baik itu Cabang Dinas tahap pencairan dana BOS itu tidak mempunyai kwitansi, ada pula diantaranya sekolah yang tidak menguasai Juknis Dana BOS, sehingga ada sekolah yang laporannya tidak ada kwitansi. Semoga ini tidak terulang ditahun 2022.

Selain itu, Harpansa meminta untuk diaktifkan kembali MGMP, karena melalui MGMP dapat memudahkan dan sangat membantu setiap ada permasalahan, sebab MGMP berperan dalam memfasilitasi guru dalam bidang studi yang sama dalam bertukar pendapat dan pengalaman.

Sementara itu, kata harpansa, terkait sekolah penggerak, sesuai data yang dihimpun bahwa ada 37 sekolah yang ikut melakukan verifikasi, namun yang lulus hanya 10 sekolah, artinya ini tanda tanya besar.

“Ada sekitar 37 sekolah yang ikut melakukan verifikasi sekolah penggerak, namun hanya 10 sekolah yang lulus. Artinya Ini tanda tanya besar,” ujar Harpansa.

Diakhir sambutannya, Harpansa menekankan pentingnya kita ketahui semua bahwa, maraknya oknum yang mengatasnamakan Gubernur, terkait kepentingan untuk dapat membantu dalam mendapatkan jabatan.

Terkait mengenai Plt Kepala Sekolah yang tersebar di berbagai daerah, Harpansa menyampaikan ada sekitar 70 orang lebih, mulai dari SMA, SMK dan SLB.

“Terdapat kurang lebih 70 orang yang berstatus Plt Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB yang tersebar di berbagai daerah di Sulsel,” jelas Harpansa.

Dalam penutupan Rakor tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Drs. Harpansa, MM, Kepala Bidang GTK Disdik Sulsel, H. Muchlis, Kasubag Umum, Kepegawaian dan Hukum, Muhammad Hazairin, SH, MH, Kepala Cabang Dinas Wilayah I-XII, Ketua MKKS SMA Negeri se-Sulsel, Ketua MKKS SMK Negeri se-Sulsel, Koordinator Pengawas Sulawesi Selatan, Dr. H. Mulyono Caco, M.Kes, M.Pd, Kepala Sekolah SMA, SMK Negeri se-Sulsel, Bidang PKLK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Tim Media Humas Disdik Sulsel, serta tamu undangan lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.