Diskusi Publik Komunitas Bulukumba Accarita ; ” Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah Bulukumba dalam Upaya Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)”

oleh
Komunitas Bulukumba Accarita
Komunitas Bulukumba Accarita mengelar diskusi publik mengangkat tema "Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah Bulukumba dalam Upaya Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)", Kamis (29/06/17)

BULUKUMMBA,SUARALIDIK.com— Komunitas Bulukumba Accarita mengelar diskusi publik mengangkat tema “Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah Bulukumba dalam Upaya Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)”, Kamis (29/06/17) bertempat di Warkop dan RM Mattoangin jalan AP.Pettarani Bulukumba yang dihadiri sekitar 50 peserta.

Komunitas Bulukumba Accarita
Komunitas Bulukumba Accarita mengelar diskusi publik mengangkat tema “Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah Bulukumba dalam Upaya Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)”, Kamis (29/06/17)

Hadir dalam diskusi publik Bulukumba Accariya yakni ; Tomy Satria Yulianto (Wabup Bulukumba), A. Hamzah Pangki (Ketua DPRD), Arum Spink (Anggota DPRD Sulsel), Dr. Syamsul Rahim (Akademisi), A. Pangerang (Anggota DPRD/Ketua Komisi C), Ahmad Gazali (Ketua KIPP), Amir Bakriadi (Ketua Pemuda Muhammadiyah), Jafar Parani (Direktur Kopel), serta Mahasiswa dan Aktivis se Kabupaten Bulukumba.

Wabup Tomy Satria dalam pernyataannya, antara lain menyampaikan Pemkab Bulukumba membuka ruang kepada seluruh elemen masyarakat untuk melakukan diskusi terkait Penyelenggaraan Pemerintahan yang hasilnya diharapkan akan memberikan masukan kepada Pemerintah.

Perlu kita ketahui bersama, IPM Kabupaten Bulukumba pada 2016 peringkat 17 di Sulsel, hal tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, dipengaruhi oleh meningkatnya faktor PDRB yang disebabkan naiknya pendapatan pada sektor pertanian perkebunan, menurunkan kematian ibu dan anak, dan menurunnya angka kemiskinan. Sementara pada 2017 Pemkab Bulukumba dan DPRD menetapkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen yang masih dititik beratkan pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan barang dan jasa” ujar Tomy Satria.

Lebih lanjut Tomy menambahkan bahwa Pemkab Bulukumba berkomitmen akan meningkatkan IPM dengan meningkatkan produk dan potensi andalan, pelayanan kesehatan, dan menerapkan kebijakan strategis lainnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bulukumba A.Hamzah Pangki mengatakan hal yang menjadi permasalahan di IPM Kabupaten Bulukumba adalah di sektor Pendidikan, Kesehatan dan Sosial dimana masih banyak angka kemiskinan yang menjadi tugas semua elemen akan permasalahan tersebut.

Sektor unggulan sangat penting dalam meningkatkan IPM, oleh karena itu harus semaksimal mungkin sektor tersebut diberdayakan. APBD masih terkuras pada belanja pegawai, kedepan strategi Pemkab. Bulukumba akan terus dikontrol oleh DPRD terutama kebijakan untuk penurunan angka kemiskinan “ ucap Hamzah Pangki.

Adapun penyampaian dari Akademisi, Dr. Syamsul Rahim mengatakan berbicara IPM, Indonesia sangat memprihatikan karena urutan 120 lebih kalah dengan Malaysia, Thailand, Kamboja padahal Indonesia memiliki SDM yang besar. Hal ini membuktikan bahwa betapa melorotnya pengembangan dalam hal SDM.

Kabupaten Bulukumba memiliki potensi yang sangat besar baik SDM, Pertanian, maupun produk unggulan namun sampai saat ini belum dikelola dengan maksimal sehingga IPM Kab. Bulukumba masih diurutan 17. Untuk meningkatkan IPM di Kabupaten Bulukumba yang harus dilakukan adalah melakukan terobosan baru dalam pendidikan sehingga masyarakat merasakan asaz manfaatnya, melakukan penyediaan sarana dan prasarana bidang kesehatan sehingga perlunya faktor – faktor pendukung diantaranya pelibatan sektor swasta dan partisipasi masyarakat itu sendiri, Pembangunan harus ada waktu yang jelas dan efisiensi, dan prinsip rasionalitas” tutur Syamsul Rahim.

Dalam kesempatan yang sama, Legislator DPRD Provisni Sulsel, Arum Spink mengatakan terkait IPM tidak ada hubungannya dengan anggaran, instrumen penting dalam Peningkatan IPM adalah terletak pada program dan komitmen.

Ada keterkaitan pada sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang saling mempengaruhi.Kedepan bahwa penyelenggaraan Pemerintahan saat ini terukur pada 2018, karena masih program Bupati lama. Diharapkan Pemerintah ST 15 lebih baik dalam melaksanakan Pemerintahan. ” ucap Legislator Partai Nasdem tersebut.

Dalam dialog publik Bulukumba Accarita juga dilakukan tanya jawab anatar narasumber dengan peserta dialog. ( GHIEL )