Diskusi Terbuka KNPI & RCA: “Menggali Potensi Sakat di Bulukumba”.

oleh

SuaraLidik.com–Bulukumba, Lembaga yang dipimpin A.Idil Akbar selaku ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Kabupaten Bulukumba, yang bekerja sama dengan Radio Cempaka Asri Bulukumba, dan BKPRMI Bulukumba, Jum’at, 21 Oktober 2016, mengadakan Diskusi Terbuka, yang Bertema “Menggali Potensi zakat di Kabupaten Bulukumba”.

Diskusi yang digelar dengan menghadirkan Beberapa narasumber, ada dari DPRD Kabupaten Bulukumba, H.Muhammad Tamrin, Tokoh Agama Bulukumba, Ustad Patahuddin LC MPd.i, dan Pernerjemah berita Timur Tengah Tvone Jakarta yaitu Ustad Yusuf Sandy. Sayangnya Undangan narasumber dari Kementerian Agama (KEMENEG) Kabupaten Bulukumba yang seharusnya lebih tepat membicarakan masalah tema kegiatan, namun tidak hadir dalam diskusi terbuka ini.

Diskusi yang dituntun Oleh Hermayanto, bersama Ustad Ikhwan Bahar Pengurus KNPI Bulukumba, berjalan aktif dan dialektik. Terlihat Peserta yang hadir dari Tokoh Agama, tokoh pemuda, OKP dan Da’i-da’i muda terlihat responsif dalam menanggapi materi yang disajikan dari narasumber.

Hermayanto dalam Mengantar diskusi mengatakan bahwa, “KNPI kali ini akan menyajikan diskusi tentang Zakat, dimana zakat ini merupakan hal yang harus selalu dibicarakan karena terkait soal gerakan-gerakan sosial dan merupakan konsep ekonomi kerakyatan yang memang menyentuh masyarakat yang Membutuhkan bantuan“. Hermayanto, Jelasnya.

Da’i muda Bulukumba, Ikhwan Bahar juga mengungkapkan bahwa “potensi zakat di Kabupaten Bulukumba sangat besar, bahkan zakat fitrah saja bisa sampai bisa sampai milyaran belum zakat maal atau zakat harta untuk di salurkan kepada mustahiq” Ikhwan Bahar, Ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut, narasumber Yang pertama memaparkan materinya, Ustad Yusuf Sandy mengungkapkan “Zakat di Kabupaten Bulukumba itu tidak bisa diragukan besarnya, tinggal bagaimana pengelolaannya secara detail, amanah, profesional dan proposonal”, -Yusuf Sandy, Jelasnya.
Zakat adalah kewajiban dan merupakan rukun Islam, dan juga merupakan solusi kehidupan secara ekonomi bagi yang membutuhkan atau miskin. Dengan berzakat itu dapat membuat usaha berkembang dan menambah berkah harta kita”, Ustad Yusuf Sandy, Tambahnya.

Tokoh Agama, Ustad Patahuddin LC, MPd.i menjelaskan, “zakat itu adalah sebuah keharusan, karena dengan kita berzakat kita dapat membantu saudara kita dalam hal materi, dan juga zakat adalah ibadah yang sangat besar pahalanya karena dapat membantu saudara kita yang membutuhkan. Tidak perlu kita ragu atas apa yang kita lakukan selama itu adalah ibadah“. Ustad Patahuddin, Yang hadir sebagai Tokoh Agama di diskusi terbuka ini.

Pembicara yang ketiga H. Muh. Tamrin SP.T selaku anggota DPRD Kabupaten Bulukumba Menjelaskan bahwa, “Sebenarnya Zakat ini masyarakat luas sudah mengetahuinya, dan konsep zakat ini lebih bagus ketimbang program pemerintah terkait tas amnesty yang di wacanakan dan dirancang oleh pemerintah”, Puang Tamo’ dalam penjelasannya.

Tambahnya mengatakan, “Zakat ini luar biasa, jika dikalkulasikan dalam bentuk uang maka ada sekitar puluhan Miliar rupiah, hanya dalam pengelolaannya yang belum maksimal, walau dalam hal legislasinya, yaitu perdanya No.2 Tahun 2003 itu sudah jelas, baik itu zakat Fitrah, maupun zakat profesi. Dan lagi-lagi ini masalah SDM”, H. Muh. Tamrin. Tambahnya.

Ustad Andi muh. Asbar, yang juga Da’i muda bulukumba turut memaparkan tentang zakat, Menurutnya “Ada Empat hal yang harus di dalami dalam hal sakit ini, yaitu pertama, Perencanaannya, pengolompokannya, pendistribusiannya,  dan Pemanfaatannya”. Ustad, Andi Asbar, Ungkapnya.

Dirinya Menambahkan,”Di Negara Seperti Malaysia yang tidak diatur sistem zakatnya dalam hal ini UU Negaranya dan Perdanya, tetapi kesadaran masyarakatnya soal zakat lebih tinggi dan pengumpulan sakatnya besar ketimbang kita di Indonesia, ini mestinya harus kita sadari bersama”, Tambahnya, Da’i Muda, Andi Asbar yang juga Dosen STAI Algazali  Bulukumba.