Disperdakop UKM Gelar Sosialisasi Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan

oleh
Photo : Disperdakop-UKM), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menggelar sosialisasi Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan di Balai Desa Tutuyan

Boltim, Suaralidik.Com  – Dinas Perdagangan Koprasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop-UKM), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), gelar sosialisasi Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan di Balai Desa Tutuyan 2, Kecamatan Tutuyan, Selasa 17 Juli 2018.

Turut hadir, Bupati Boltim, Sehan Landjar, yang diwakili oleh Asisten 2 Bidang Perekonomian, Sonny Waroka, Kepala Seksi Bina Pasar dan Distribusi Provinsi, Marten Sirappa, Kabid Lalulintas dan Angkutan, Gafar Ligawa, dan puluhan Pedagang Kaki Lima dan Asongan dari Kec. Tutuyan dan Kotabunan.

Sonny Waroka mengatakan, pedagang kaki lima dan asongan adalah jenis Usaha informal, dan mampu mendongkrak pertumbuhan perekonomian daerah.

“Kalau tidak ada pedagang yang berjualan, pastinya akan berdampak juga pada pemerintah, peran-peran ini tentunya ada keterkaitan antara pedagang dan pemerintah daerah. Untuk itu, peran pedagang kaki lima dan asongan sangatlah penting,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, Tutuyan adalah ibukota kabupaten yang sangat berbeda dengan Ibukota lain, karena Tutuyan adalah Desa kecil yang mampu menjadi Ibukota Kabupaten.

“Ibukota Tutuyan yang berusia sepuluh tahun ini harus ditata dan di atur agar perekonomian daerah berjalan lancar.
Dengan adanya gelombang pendapatan pedagang yang meningkat, sehingga mampu untuk menyekolahkan anak sampai dibangku kuliah,” ujar Sonny.

Adapun demikian, Kepala Disperdakop, Ramlah Mokodompis mengatakan, salah satu tolak ukur keberhasilan adalah dengan cara berdagang.

“Berdagang adalah rotasi putaran ekonomi yang saling membantu antara pemerintah dan masyarakat yang berjualan maupun tidak berjualan,” ungkap Mokodompis.

Lanjut dia, yang menjadi skala prioritas pemerintah daerah kabupaten boltim adalah meningkatkan penghasilan pedagang maupun petani.

“Dengan ini, pemerintah akan membantu dengan pembangunan jalan. Agar, mempermudah pedagang dan petani untuk melakukan aktifitas,” ucap Ramlah.

Ramlah menghimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan pasar dengan baik.

“Pasar Pondabo Tutuyan saat ini tengah dalam pekerjaan pemasangan lampu dan air. Walaupun pekerjaannya belum sepenuhnya selesai, tapi sudah bisa dipakai untuk berdagang, maka kami dari dinas terkait akan menyurati pedagang untuk melakukan aktifitas dagang di pasar tersebut,” tandasnya.(***bob)