Ditahan Kejari, Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Gerobak di Parepare Mulai Babak Baru

oleh

Mantan Kadis Perindagkop tahun 2013 yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Parepare, Amran Ambar resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Parepare, Kamis (9/2/2017). Amran resmi jadi tahanan Kejaksaan setelah pelimpahan berkas oleh Penyidik Polres Parepare beberapa waktu lalu.


Amran terjerat kasus dugaan korupsi Gerobak Jilid II saat dirinya menjabat sebagai Kadis Perindagkop. Bersama Amran, kejaksaan juga menahan dua orang lainnya, yakni Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Gerobak, Suaib dan Bendahara Koperasi Cempaka Raya, Gazali. Saat ini ia ditahan di Lapas Kelas II Kota Parepare.

Amran mengaku pasrah menjalani proses hukumnya. Namun dia mengatakan, ada indikasi kriminalisasi terhadap dirinya.

“Saya ini dikriminalisasi, saya hanya bertandatangan, tak ada sepeser pun uang yang saya ambil,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidsus Kejari Parepare, Hasbi Saleh mengungkapkan alasan penahanan terhadap tersangka.

“Karena ancaman hukumnya di atas lima tahun, makanya kami melakukan penahanan, hal ini untuk memudahkan dan mempercepat proses hukumnya,” jelasnya.

Penasehat hukum Amran, Gusti Firmansyah SH, yang diitemui terpisah menjelaskan bahwa kliennya dikriminalisasi.

“ini murni kasus yang kriminalisasi, dokumen yang ditandatangani klien saya hanya berupa rekomendasi yang dilanjutkan ke provinsi lalu diteruskan ke kementrian terkait, klien saya tidak bersalah” jelasnya.

Atas perbuatan ketiga tersangka akan dijerat pasal 2 subsidier pasal 3 UU no 20 tahun 2001 tetang Tipikor junto pasal 55 junto 64 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
Kasus dugaan korupsi pengadaan gerobak merupakan bantuan langsung melalui APBN 2013 dari Kementerian Perdagangan dengan total pengadaan sebanyak 50 unit. Kerugian negara atas kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 400 juta. (*)