Ditebas Dengan Parang 3x Tidak Mempan,Pelaku Pembunuhan Paman di Kambuno Akui Semua Kuasa Tuhan

oleh
Anwar alias Nua ( berpeci) Pelaku pembunuhan paman di Desa kambuno Bulukumpa memperlihatkan parang yang dipergunakannya membacok korban Andi Pattah saat di periksa oleh Penyidik Polsek Bulukumpa, Jumat (19/5/17) ||SUARALIDIK.com-RED2

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com— Anwar alias Nua bin Ahmad tampak segar bugar setelah mandi dan bersiap untuk diperiksa oleh Penyidik Polsek Bulukumpa Polres Bulukumba saat ditemui redaksi SuaraLidik.com, Jum’at (19/5/17) siang.

Anwar alias Nua ( berpeci) Pelaku pembunuhan paman di Desa kambuno Bulukumpa memperlihatkan parang yang dipergunakannya membacok korban Andi Pattah saat di periksa oleh Penyidik Polsek Bulukumpa, Jumat (19/5/17) ||SUARALIDIK.com-RED2

Diketahui Anwar alias Nua merupakan pelaku pembunuhan terhadap paman istrinya, Andi Pattah Bin Nganro, Rabu (17/5/17) sekitar pukul 17.OO WITA di Dusun Manyaha Desa Kambuno Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba akibat persoalan tanah warisan.

Fasih berbahasa Indonesia, Anwar dengan lugas menceritakan kejadian penganiayaan berat (anirat) yang telah di perbuatnya kepada korban ( alm ) Andi Pattah alias Pate

Benar pak,saya akui saya yang membunuh puang (Bapak,red) Pate di perjalanan saat pulang dari kebun menuju rumah, namun saya membela diri dan berusaha menghindar dari tebasan parang korban ” tutur Anwar.

Anwar yang lahir di Sinjai Barat 37 tahun silam ini pun menceritakan tanah warisan milik istrinya yang merupakan keponakan korban tersebut bermula dari 8 tahun yang lalu dimana korban, Pattah berupaya menguasai kebun istrinya yang berbatasan dengan kebun korban dengan cara mengambil lahan kebun milik istrinya.

Menurutnya sudah beberapa kali pemerintah setempat mempertemukan (memediasi) keduanya,namun lagi-lagi korban Pattah Bin Nganro tetap mengulangi perbuatannya mengambil lahan warisan milik istrinya tersebut.

Pada Rabu sore ba’da Azhar saya berada di kebun melihat tanaman dan sekitar jam setengah lima sore (17.30 WITA) saya beranjak pulang kerumah dan ditengah jalan saya berpapasan dengan korban yang tiba-tiba menghalangi jalan saya dan langsung mengayunkan parangnya ke badan saya pak ” ucapnya.

Melihat lawannya yang tidak lain merupakan pamannya tersebut,Anwar pun menghindar sambil mengatakan ” Istighfar ki puang Pate ” namun korban menjawab ” kamu saya habisi ” dan kembali mengayunkan parangnya namun┬ámengenai dahan pohon.

Anwar masih terus menghindar dan mengambil jalan lain,namun korban terus mengikutinya bahkan kembali mengayunkan parangnya ke lehernya, dan ke arah pinggang sebelah belakang.

3 kali sabetan parang korban namun tidak mampu melukai pelaku membuat korban kembali memarangi Anwar. Pelaku yang pada saat itu juga sedang membawa parang mengakui emosinya kemudian memuncak lalu kemudian balik menghantam korban dengan 4 kali tebasan masing-masing mengenai kepala,perut dan beberapa bagian tubuh korban membuat korban tersungkur dengan berlumuran darah.

Sudah mi saya hindari dan minta korban untuk Istigfar namun saya tetap diserang berkali kali membuat saya khilaf dan langsung memarangi puang Pate ” ujar Anwar.

3 kali ditebas namun Anda tidak terluka, informasi yang beredar anda ini punya ilmu kebal atau semacam jimat ? “

Itu kuasa Allah SWT pak, semua terjadi atas kehendaknya, memang saya pernah berguru di daerah Maros tapi untuk sekedar berdagang, Allah masih menyayangi nyawa saya dan memberikan saya petunjuk agar kedepannya lebih baik menghindari masalah dan selalu ingat dengan Allah ” tutur Anwar yang mengaku tidak menyesal meski harus berurusan dengan hukum.

Kapolsek Bulukumpa,AKP Abdi Nur yang ditemui di ruangannya menyampaikan proses penyidikan dan pemeriksaan masih terus di lakukan.

Tersangka dijerat pasal pasal 338 KUHPidana, ancaman penjara 15 tahun ” tegasnya. (RED2)