Ditjen Bangda Kemendagri Nilai Musrenbang Bermakna Penting Untuk Pemkot Makassar

oleh

Lidik Makassar – Walikota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto berbicara dihadapan para peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar Tahun 2018. Selasa (07/03/2017)

Walikota Makassar menekankan bahwa Kota membutuhkan akumulasi untuk mecapai kemajuan. Akumulasi dimaknai Wali Kota Danny berupa kemampuan setiap elemen dalam pemerintahannya saling menyokong dengan kemampuan kompetisi yang dimiliki. Sistemnya dibuat berjenjang yang diawali dari integrasi, kordinasi, dan berujung pada akumulasi.

“Sistem terakumulasi harus dirancang sejak awal,” kata Wali Kota Makassar. Budaya Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainga yang identik dengan Makassar menjadi dasar bagi Pemerintah kota (Pemkot) Makassar dalam membangun sistem terakumulasi.

Keberhasilan Pemkot Makassar menggelar Pilkara (Pemilihan Langsung Ketua RT/RW) pada Minggu, 26 Februari 2017 lalu menjadi modal lain yang memperkuat Pemkot Makassar untuk menerapkan sistem terakumulasi.

Sementara itu, Direktur Evaluasi dan Pengendalian Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri RI Muhammad Hudori menilai Musrenbang bermakna penting bagi Pemkot Makassar karena mempertemukan seluruh pemangku kepentingan.

Editor : Adhe


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama