banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Ditreskrimsus Polda Sulsel Menangkap Sindikat Nelayan Penyelundup Penyu Hijau

Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Menggelar Konferensi Pers, Terkait Sindikat Nelayan Penyelundup Penyu Hijau, di Mapolda Sulsel, Selasa (11/01/2022).

Makassar, SuaraLidik.com – Sindikat nelayan penyelundup penyu hijau di lokasi perairan Pulau Gandong Bali, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berhasil diringkus oleh aparat gabungan. Sebanyak 93 kilogram potongan hewan penyu tersebut, terungkap telah dijual ke rumah makan di kota Makassar.

“Barang buktinya sekitar 93 kilogram hewan penyu yang sudah diawetkan,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Komang Suartana, saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Selasa sore (11/01/2022).

Kejadian ini terungkap saat pihak petugas Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) mengamankan 4 nelayan yang sedang menangkap hewan penyu di wilayah perairan Pulau Gondong Bali, Kabupaten Pangkep, pada hari Kamis 9 Desember 2021 lalu.

“Barang buktinya ada 4 hewan penyu hijau yang masih hidup, dan 1 hewan penyu yang sudah mati,” ujar Korwil TWP Kapoposan BKPPN Kupang, Ilham Mahmuda.

Dalam keterangan resminya, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombe Pol. Komang Suartana menjelaskan, ada 4 nelayan yang ditangkap, dan masing-masing berinisial S (49), Z (18), B (54) dan R (71) yang merupakan warga Kabupaten Takalar.

Lanjut Kombes Komang, petugas BKPPN Kupang selanjutnya melakukan koordinasi ke Polda Sulsel untuk mengembangkan kasus tersebut. Hasilnya, penyidik Subtipidter Ditreskrimsus Polda Sulsel berhasil menangkap tersangka berinisal K (34) dan R (53) di Jalan Tentara Pelajar, kota Makassar, pada bulan Januari 2022, dan kedua tersangka berperan sebagai penadah.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol. Widony Fedri mengatakan bahwa, daging hewan penyu telah disimpan dan diawetkan dan telah dipotong beberapa bagian, dan dagingnya diindikasi dijual di rumah makan di kota Makassar.

Namun Kombes Pol. Widony belum mengungkap lebih lanjut pengembangan penyidik terhadap pemilik rumah makan yang menjual daging hewan penyu. Dia berdalih pihaknya masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk rumah makan sendiri kami masih akan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Kombes Widony menjelaskan bahwa, para nelayan menjual daging hewan penyu per kilogram seharga Rp. 250 ribu.

Alhasil, para pelaku ditetapkan menjadi tersangka, dengan dikenakan pasal 40 ayat 2, dan pasal 21 ayat 2 Undang-Undang Sumber Daya Alam Hayati Nomor 5 Tahun 1997 dengan ancaman 5 tahun penjara.