Dituding Campuri Pilkada, Ketum GSM : Ini Warning Bagi Kandidat

oleh
Nurhidayatullah B. Cottong
Nurhidayatullah B. Cottong

MAKASSAR – Komentar Taufik yang menyarankan Gerakan Sinjai Muda (GSM) untuk fokus pada pendampingan masyarakat tanpa mesti mengurusi pilkada mendapat respon positif dari Ketua Umum Gerakan Sinjai Muda.

Yang mesti dilakukan GSM, kata Taufik harusnya fokus melakukan pendampingan masyarakat Sinjai yang tertindas tanpa mesti mencampuri urusan Pilkada di Sinjai.

Nurhidayatullah B. Cottong merespon positif saran tersebut, ia menuturkan bahwa seharusnya kalau anda mengaku seorang aktivis, berarti sudah paham ranah mahasiswa seperti apa dan bagaimana proses pendampingan itu.

“Kalau anda merasa aktivis,justru proses pandampingan masyarakat perlu dipahami, jangan sampai salah kaprah, ini momen yang akan menentukan nasib daerah dan pemimpin kita kedepan, kami tidak hanya mau mengkritisi hasilnya nanti, tapi kami kawal proses ini agar demokrasi dapat berjalan dengan baik” Ujarnya.

Menurutnya proses yang di lakukan adalah penguatan proses demokrasi agar tidak ada yang salah menerjemahkan.

“Jadi jangan disalah terjemahkan, mendampingi itu, bukan kita hanya sekedar turun baksos lalu itu dikatakan mendampingi, misalnya ya. mengawal proses pilkada itu lebih dari sekadar mendampingi, hitunglah berapa dana APBD yng digunakan untuk anggaran pilkada di Sinjai ini? Sekitar 20 % pak” Kata Hidayat sapaan akrab Nurhidayatullah B. Cottong, Kamis (19/04) siang.

“20 persen ini ada yang salah gunakan dan berbuat curang, gimana? Jadi terlalu dangkal pikiran itu, kalau setiap kritisan selalu dikaitkan bahwa ditunggangi kandidat tertentu, kalau diibaratkan komputer, maka perlu diinstal ulang itu” Cuit Mahasiswa Program Studi Informatika dan Komputer di salah satu perguruan tinggi Negeri di Kota Makassar ini.

Lebih jauh ia menegaskan “Ini momentum dan warning bagi kandidat lain, agar momen ini digunakan untuk fight dengan real, bukannya malah disalah tafsirkan kiri kanan, tujuan kita agar proses pilkada dihargai jangan sampai ada yang mencoba melanggar dan mengeluarkan statement yang tidak mecerminkan sebagai seorang pemimpin” Kata Hidayat.

Kata Hidayat bagaimana kalau prosesnya saja sudah tidak fair, gimana nanti kalau sudah jadi pemimpin nanti? Pemimpin itu suri tauladan, pengayom semua kalangan untuk daerah yang dipimpinnya.

“Daripada sibuk cari muka di salah satu kandidat, kesini di GSM, kami mengajak seluruh mahasiswa untuk memantau proses pilkada agar fair, kalau perlu kami buat relawan bagi siapa saja mahasiswa yang mau jadi relawan mengawal proses ini hingga selesai” Tutup hidayat .(***rilis/hdyt)