Dituding Gas-Gas Motor, Anding Dianiaya Oknum Polisi Di depan Pos Pengamanan Pilkada

oleh
Photo : Andika Muding tergeletak di Puskesmas Bintauna setelah dianiaya oknum Polisi

Bolmut, Suaralidik. Com – Apes benar nasib Andika Mudang. Usai ketemu pacar, dia malah bonyok dihantam bogem mentah oleh oknum Polisi di Desa Kuhanga, Bintauna, Bolaang Mongondow Utara.

Peristiwa yang menghebohkan itu terjadi, Rabu (16/5/2018) sekitar pukul 24.00 Wita jelang dinihari.

Tindakan represif  yang menyebabkan Andika dilarikan ke Puskesmas Bintauna itu diduga dilakukan oleh beberapa oknum polisi. Ini mengundang tanda tanya warga masyarakat yang turut menyaksikan langsung pemukulan tersebut, yang pada dasarnya polisi adalah suatu pranata sipil untuk mengayomi dan menjaga masyarakat. Tetapi pada kenyataannya tidak demikian.

Menurut Andika mudang, yang dimintai keterangannya oleh Suaralidik.com. Dia dipukul karena  karena dia menaiki motor dengan knalpot racing dan melintasi pos penjagaan pengamanan Pilkada oleh kesatuan Brimob di desa Kuhanga.

“kebetulan kita pe cewe pe rumah baku dekat dengan pos polisi untuk pengamanan Pilkada itu, setelah kita baku dapa dengan kita pe cewe kita pulang mo ba bale ka rumah lewat di pos polisi, memang butul kita ada ba gas motor tapi bukan motor racing yang kita ada bawa, kita juga ada lewat ba gas motor cuman satu kali bukan tiga kali seperti yang dorang tuduh pa kita, dengan kita akui kita pe kesalahan”. Beber  korban dengan logat Manado-Bintauna.

Rekso siswoyo Binolombangan yang juga adalah keluarga korban dan tokoh masyarakat berkomentar bahwa kejadian tersebut bukan lagi pemukulan tapi penganiayaan. Pasalnya, apa yang korban lakukan dan merupakan pelanggaran bukan menjadi alasan untuk memukuli korban dan bahkan pemukulan tersebut dilakukan di rumah korban oleh lebih dari tiga orang angota polisi. Dan ini jelas-jelas adalah penganiayaan.

Korban bersama keluarga setelah kejadian melapor ke pihak kepolisian Polsek Kecamatan Bintauna untuk mendapatkan perlindungan dari pihak yang berwenang.  Mereka berharap  ada upaya hukum yang di lakukan terhadap oknum anggota kepolisian yang bertindak membabi-buta terhadap rakyat.(***sube/iqb)