Dituding Lakukan Kasus Penganiayaan, Bupati Boalemo : Itu Tidak Benar

oleh -

Foto : Bupati Boalemo Darwis Moridu,(foto istimewa).

Boalemo, Suaralidik.com – Bupati Kabupaten Boalemo Darwis Moridu membantah laporan Sofyan Mooduto, warga desa Hungayonaa kecamatan Tilamuta ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Boalemo atas tuduhan penganiayaan, Rabu 15/05/2019.

Laporan yang beredar pada pesan whatsap dengan Nomor : STTLP / 56 / V / 2019 / SPKT / Res – Blmo, langsung diklarifikasi oleh Bupati Darwis Moridu melalui juru bicaranya Jeffry Rumampuk.

Jeffry mengungkapkan, bahwa tuduhan penganiayaan tersebut tidaklah benar. Jangankan memukul, pada kejadian itu Bupati menyentuh pelapor tidak sama sekali.

“Jangankan melakukan pemukulan, menyentuh dia saja tidak pernah terjadi pada saat itu, ko tiba-tiba giginya goyang, bibirnya berdarah dan lain sebagainya.”kata jeffry saat dihubungi Suaralidik.com via telfon, Rabu 15/05/2019.

Jeffry membenarkan, bahwa pada saat itu memang ada sedikit perdebatan antara Bupati dan Pelapor terkait permasalahan pribadi keduanya, dan apa yang menjadi tuntutan pelapor pada saat itu juga langsung dibayarkan oleh Bupati.

“Pada saat itu ada perdebatan antara keduanya, namun hanya sampai perdebatan saja,”ungkap Jeffry.

Terkait laporan tersebut, menurut Jefrry itu adalah hak dari setiap warga negara. Namun pihak pelapor harus memperkuat laporannya dengan bukti penganiayaan secara hukum.

“Kalau memang pelapor merasa di aniaya, ya harus dibuktikan. Karna banyak saksi pada waktu itu dan Bupati tetap menghargai proses hukum yang saat ini tengah berjalan,”ujar Bupati.

Jeffry juga mengungkapkan, pihaknya akan mengkaji kembali tuduhan penganiayaan tersebut. bila memang tidak terbukti apa yang dilaporkan, maka konsekuensi hukum karena ini sudah masuk dalam pencemaran nama baik.

“Bupati merasa heran dengan adanya pemberitaan seolah-oleh menyudutkan Bupati. Karena kronologis dilapangan tak seperti yang diberitakan. Saya pikir ini adalah cerita baru yang sengaja dikarang untuk menjatuhkan nama baik Bupati.”ucap Jeffry.

Jeffry menambahkan, menurut Bupati perkara ini sengaja dibesar-besarkan karana fakta kejadaiannya tidak seperti itu.

“Bupati menyangkan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membesar-besarkan permaslahan ini,”tutup mantan jurnalis ini.(***Rollink).