Dituding Minta Fee, Kadis PU Kabgor : Itu Hoax, Hanya Ucapan Terimakasih Ada!

oleh -

Foto : ilustrasi,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – R, Salah satu kontraktor yang enggan namanya disebutkan menuding, Kepala Dinas Pekerjaan Umum kabupeten Gorontalo Syamsul Baharudin sering meminta fee 10 hingga 12 persen kepada para kontraktor bila pingin mendapatkan proyek di dinas PU Kabgor.

“Dan banyak, bukan hanya saya. Bila ini dibawah keranah hukum saya bisa buktikan,”ujar R kepada Suaralidik.com saat bertandang kerumahnya, Kamis 13/06/2019.

R mengungkapkan, meski dalam aturan pemberian fee tidak diatur, namun itu bisa jadi penentu kontraktor untuk bisa mendapatkan proyek di dinas PU Kabgor.

“Bila fee yang dipatok segera disetor, maka proyek atau tender yang di ikuti oleh kontraktor tersebut pasti bisa dimenangkan.”ungkap R.

“Dalam aturan itu tidak ada. aturan permintaan itu hanya aturan dari hati ke hati dan tak tertulis, namun hanya karena gara-gara persoalan itu lalu dibatalkan itu tidak fair,”lanjut R.

R juga menambahkan, ada perusahaan yang tak lengkap adminitrasi namun bisa menang tender asal mampu membayar fee 10 persen tersebut.

“Ada yang begitu dan saya punya datanya. Bila ada penegak hukum yang mau membuka ini dengan serius, saya siap berikan datanya,”tambah R.

Menggapai tudingan tersebut Kadis PU Syamsul Baharudin membantahnya. Dirinya mengungkapkan bahwa hal tersebut tidaklah benar, dan isu fee seperti ini sudah sejak lama dihembuskan dan bukan baru kali ini saja.

“Itu hoax. Sebuah proyek yang dilelang itu melalui prosedur. Isu seperti ini sudah lama, sejak saya masuk di PU isu ini sudah ada. Dan isu ini bukan hanya dikabupaten tapi semua daerah hingga dipusat,”tegas Kadis.

Syamsul mengungkapkan, isu ini sengaja dibuat oleh para kontraktor yang kalah saat mengikuti tender.

“Biasa isu itu dihembuskan oleh rekan-rekan yang tidak dapat,”ungkap Syamsul.

Syamsul juga tak memungkiri bila pemberian ucapan rasa terima kasih dari kontraktor ada, tapi tidak ditentukan jumlahnya berapa hanya sesuai keiklasan dari rekanan yang memberikan dan itu setelah proyek selesai dikerjakan.

“Keiklasan itu begini, kalau misalnya mereka sudah selesai sudah apa tentunya pengawas dikasih sebagai ucapan terimakasih tapi angkanya tidak ditentukan berapa. Semua itu bukan cuma di PU, di kementrian, dimana dinas – dinas lain juga begitu.”tutur Syamsul.(***Rollink).