Dituding Sudutkan Bupati Gorontalo, Darisman Katili : Demi Allah Saya Tidak Bilang Begitu

oleh -
Darisman Katili
Foto : Bate Lo Limutu, Darisman Katili,(foto Thoger/Suara Lidik).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Merasa kaget dengan isi berita disalah satu media di Gorontalo yang mencantumkan namanya sebagai narasumber untuk menyudutkan Bupati Gorontalo, Bate Lo Limutu, (Pimpinan Adat Wilayah Limboto) Darisman Katili menegaskan, dirinya tidak pernah berkata bahwa Bupati sudah tak menghargai tokoh adat.

“Itu asumsi dia (wartawan), bukan saya. Demi Allah saya tidak mengatakan seperti itu. Dia bertanya, jika tidak melibatkan tokoh adat dalam perekrutan Camat apakah itu menandakan Bupati tidak menghargai tokoh adat lagi. Saya mengatakan bukan begitu, mengangkat Camat adalah hak prerogatif Bupati,” tegas Darisman, kepada awak media di rumah adat Limboto, Sabtu 14/02/2020.

“Pernyataan yang ada dalam berita itu sudah ditambah dan tidak sesuai dengan yang saya katakan. Karena kami tau, pengangkatan camat ini sudah ada aturannya. Kita di Lembaga adat hanya sebatas dimintai fatwa baru kita bisa memberikan masukan, itupun kalau diinginkan oleh Bupati. Selama tidak dimintakan fatwa, kita pun tidak bisa mencampuri karena itu wewenang Bupati,” sambung Darisman.

Pria yang biasa disapa Paci Maniko ini menambahkan terkecuali ketika dalam pelaksanaan “Molo Opu” (Penyambutan) yang harus dilakukan secara adat tapi tidak melibatkan lembaga adat, itu namannya sudah tidak menghargai.

“Selama ini dalam pelaksanaan “Molo Opu” atau penyambutan para petinggi lainnya bupati tetap melibatkan kami tokoh adat. Saya berharap kepada media masa, jika memberikan sesuatu harus sesuai dengan apa yang disampaikan oleh narasumber jangan menambah-nambah, apalagi mengadu-domba,” kata Paci Niko.

“Setau saya jurnalis punyakode etik, tidak sembarangan memberitaka yang dapat merugikan orang lain, atau mengadu domba hanya karena unsur sakit hati,” tambah Paci Niko.(Rollink).

kpu BOLTIM
HUT Kabupaten Pinrang Ke-60