Dituding Tunggangi Aksi, Begini Penjelasan Mantan Ketua DPD HTI Gorontalo

oleh

Foto seruan, dan Mantan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ormas HTI Provinsi Gorontalo, Abdul Manaf Dunggio,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Gorontalo sekaligus mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Provinsi Gorontalo Abdul Manaf Dunggio membantah keterkaitan dirinya dengan aksi yang dilakukan oleh Aliansi Umat Islam Bela Tauhid Gorontalo, yang mengecam pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa baliho beredar dimedia sosial yang menyerukan “saatnya bergerak” dan mencantumkan namanya sebagai ketua DPD HTI sekaligus penyelenggara aksi, dirinya mengaku tak masuk dalam lingkup kepanitian atau didalangi oleh HTI, aksi itu murni respon masyarakat gorontalo yang mayoritas muslim.

“Sebagaimana kita ketahui bersama HTI sejak keluar putusan pengadilan tingkat pertama itu sudah memmutuskan mencabut badan hukumnya, karena kita sebagai organisasi masa harus berbadan hukum. Maka sejak itu struktur baik dipimpinan pusat maupun daerah serta merta tak berlaku lagi,”tegas Abdul Manaf.

Namun pihaknya hingga saat ini masih menunggu putusan pengadilan tahap kedua terkait banding yang dilakukan oleh pengurus pusat.

“Kami masih menunggu putusan inkrah, hari ini teman-trman bantuan hukum pusat yang dikoordinatori bapak Yusril Ihza Mahendra melakukan banding, sehingga sampai saat ini secara hukum kita masih legal. Berkenaan dengan aksi aliansi umat saat ini kami sudah sampaikan melalui kasat intel polres gorontalo bahwa kabar itu saya kaget karena saya tak mengetahui undangan yang diapload dimedia sosial tersebut,”terang Kaban keuangan.

Pihaknya telah menghubungi temannya yang tergabung dalam kepanitian mempertanyakan baliho yang berderar dimendsos yang mencantumkan logo HTI, temannya menegaskan hal itu tidak ada.

“Foto dan jabatan itu bukan dari kami, saya juga mau timbang-timbang apakah ini akan dibawah keranah hukum terkait pencatutan nama baik atau tidak. Sekali lagi saya tegaskan bahwa baliho yang mencantumkan nama kami itu bukan dari kami dan tampa seijin dari kami atau pun menyuruh dan lain sebagainya,”tutur Manaf.

Ia juga menambahkan bahwa hal ini sengaja dilakukan karena bermaksud mengadu domba kita sebagai umat islam.

“Kami mensinyalir ada upaya adu domba diantara kita dengan kita oleh ansir-anasir dan itu perlu kita waspadai. Kami selama ini berdakwa tentang bagai mana menyatukan umat islam. Sehingganya kami berharap kepada masyarakat khususnya rekan-rekan kami yang ada dibanser, ansor, pemuda muhammadiyah untuk tidak terprovokasi dengan ini,”pungkas Abdul Manaf Dunggio,(***Rollink).