DPD II Partai Golkar Se-Sulsel Mendorong Nurdin Halid Untuk Bertarung Di Pilgub Sulsel 2018

oleh
Nurdin Halid Pilgub Sulesl 2018
Nurdin Halid Pilgub Sulesl 2018

Lidik Makassar – Nurdin Halid yang banyak mengunjungi pengurus Partai Golkar di kabupaten di provinsi sulawesi selatan akhir-akhir resmi membentuk tim penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel dalam ajang Pilgub Sulsel 2018 tahun mendatang.

Nurdin Halid Pilgub Sulesl 2018
Rapat Pleno Partai Golkar di jln Bontolempangan,Rabu 25/01/2017,mendorong Nurdin Halid (NH) maju dalam Pilgub Sulsel 2018

Pembentukan tim penjaringan itu dalam rangka menyikapi aspirasi DPD II Partai Golkar Se-Sulawesi Selatan yang akan mendorong Nurdin Halid untuk bertarung di Pilgub Sulsel 2018.

Dalam rapat pleno di Jalan Botolempangan Partai Golkar beberapa hari yang lalu,Nurdin Halid (NH) mengatakan setelah mengalir aspirasi mengenai pencalonan gubernur, yang tidak dilakukan dengan sebuah rekayasa oleh saya atau siapa pun, ini mengalir spontanitas, maka secara organisasi harus saya sikapi,sebuth Nurdin Halid,Rabu (25/1/2017).

Nurdin Halid (NH) ,Ketua DPD Partai Golkar Sulsel juga mengungkapkan, partainya sudah harus menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut. Prosesnya, akan dilakukan sesuai dengan aturan petunjuk pelaksanaan (juklak) tentang penetapan pasangan calon kepala daerah Partai Golkar.

Harus sesuai juklak 06. Pencariannya adalah melalui pimpinan di daerah, pimpinan desa dan kelurahan, kecamatan dilanjutkan DPD II, DPD I dan DPP,” tambah Nurdin Halid.

Model penjaringannya, dilakukan dengan sistem terbuka tertutup. Terbuka, karena penjaringannya dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Dikatakan tertutup, karena dilakukan oleh internal Partai Golkar Sulsel.

Penjaringan dipimpin oleh Arfandy (Kabid Kepartaian) dan menyampaikan kepada daerah ke Pincam bahwa ada aspirasi dari daerah dan dari kader. Aspirasi ini semua harus disosialisasikan oleh tim penjaringan,” jelas NH Kepada media.

Saat penjaringan, DPD II Partai Golkar mesti mengusulkan minimal 1, maksimal 3 bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diinginkan.

“Jadi semuanya berjalan sesuai sistem. Itulah yang akan dijaring,” tutup mantan Ketua Umum PSSI ini yang hadir dalam Rapat pleno Partai Golkar Rabu lalu. ( indar/bcht)