banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

DPD Lidik Pro Kab. Bogor Kecam Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis

Ketua dan Pengurus DPD Lidik Pro Kabupaten Bogor, Saat Mendatangi Polsek Gunung Putri, Akibat Anggota Garda Yang Merupakan Seorang Jurnalis Mengalami Korban Kekerasan, Kamis (24/02/2022).

Bogor, SuaraLidik.com – Tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap Garda Lidik Pro Kabupaten Bogor yang juga merupakan seorang jurnalis Kamis 24 Februari, mendapat reaksi keras dari DPD Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat (Lidik Pro) Nusantara Kabupaten Bogor.

Perbuatan yang dilakukan pelaku kepada korban hingga mengakibatkan luka lebam di bagian wajah merupakan tindak pidana, dan tentunya sangat tidak di benarkan oleh hukum di Indonesia. Selain tindakan provokatif hingga berujung pengeroyokan terhadap jurnalis, pelaku juga mengeluarkan kata Lembaga dan Media bodong.

banner 728x250

Melihat anggota Garda Lidik Pro Kabupaten Bogor yang juga merupakan seorang jurnalis mengalami tindakan kekerasan, selaku Ketua DPD Lidik Pro Kabupaten Bogor, Junaedi angkat bicara, dimana tindakan tersebut harus di pertanggung jawabkan dan di proses secara hukum dan seadil adilnya.

Ia mengungkapkan, Informasi yang kami peroleh melalui Kanit Reskrin Polsek Gunung Putri, Didin Komarudin, SH, sesuai Protap dan SOP Kepolisian, maka Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) sudah berjalan terhitung mulai
besok Jumat 25 Februari 2022, dan terduga pelaku akan di panggil untuk diperiksa.

Junaedi mengungkapkan, pihak penyidik Polsek Gunung Putri akan melakukan panggilan pertama kepada pelaku dan akan diberikan waktu selama 3 hari. Apabila dalam waktu 3 hari pelaku tidak datang, maka langsung dilakukan pemanggilan kedua. Dan apabila pemanggilan kedua pelaku tidak datang selama 3 hari, maka akan dilakukan pemanggilan ketiga. Dan pemanggilan ketiga (terakhir) pelaku tidak datang juga selama waktu yang sudah ditentukan, maka akan dilakukan penjemputan paksa.

Sebagai bentuk kepedulian kami terhadap anggota, kata Junaedi, kami mengutuk keras kejadian ini. Karena menurutnya, selain melakukan penganiayaan, diduga pelaku menyebutkan Lembaga atau atau Media bodong. “Statement yang telah di keluarkan pelaku telah mencemarkan nama baik Lembaga dan Media,” ujarnya.

“Berbicara legalitas, kami sudah lengkap mulai dari Kementerian Hukum dan HAM, dan kami juga mempunyai SK yang telah di keluarkan oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN). Pelaku pencemaran nama baik harus memberikan klarifikasi kepada Lembaga kami, apa maksud dan tujuan mengatakan Lembaga atau Media Bodong,” geram Junaedi.

Dengan adanya kejadian tersebut, Junaedi berharap kasus ini bisa membuat efek jera bagi masyarakat, yang mana Lembaga Lidik Pro dan Media dalam menjalankan tugasnya telah dilindungi payung hukum Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 dan aturan lainnya.

“Harapan kami agar pelaku bisa di hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara ini,” harapnya.

“Ketika proses hukum ini tidak berlanjut, maka kita akan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni ke tingkat Polres dan Polda Jabar bahkan ke Mabes Polri,” jelas Junaedi, Kamis (24/02/2022).

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua DPP Lidik Pro Jawa Barat, Muklis saat di wawancara mengatakan akan mengawal teman-teman Lidik Pro Kabupaten Bogor yang diindikasi adanya penganiayaan dan terjadinya pengambilan secara paksa Kartu Tanda Anggota (KTA) yang di alami dua anggotanya.

“Ini harus di proses secara hukum, dan kami akan mengawal kasus ini sampai ke tingkat pengadilan, yang mana siapa pun pelakunya, apapun jabatannya tidak membuat kami gentar,” ungkapnya.

“Kami berharap pelaku lebih baik menyerahkan diri, kalau memang dia terbukti melakukan itu, harus meminta maaf kepada kami. Namun proses hukum tetap berjalan dan kami meminta pelaku di hukum seadil adilnya,” kecam Muklis.

Selain mendapatkan support dari DPP Lidik Pro Jawa Barat, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) memberikan dukungan moril dan motivasi kepada DPD Lidik Pro Kabupaten Bogor.

“Lembaga Lidik Pro akan mengawal kasus ini sampai kapan pun dan dimana pun. Dan Kami meminta kepada pelaku, agar menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkasnya.

(MK/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.