,

DPN Lidik Pro : Pemkab Bulukumba Harus Siapkan SPBU Khusus Nelayan !

oleh
SPBU khusus Nelayan di Kampung Gadde sudah tidak beroperasi. Dinas Kelautan diimbau untuk bersikap tegas

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Kelangkaan BBM jenis premium di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang diduga dipicu jerigen asal nelayan mendapat perhatian dari DPN Lidik Pro.

Pemerintah Bulukumba, kata Sekjen Lidik Pro, Muhammad Darwis harus menyiapkan SPBU khusus untuk nelayan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa nelayan dalam mengambil BBM di SPBU biasanya membawa kartu nelayan. Hanya saja, itu tidak tepat sasaran.

“Kartu ini bisa saja disalah gunakan. Teman nelayan bisa saja membawa kartu ke SPBU dan mengambil BBM. Atau, ada oknum mengaku nelayan dan membawa jerigen. Tapi dia pura-pura lupa membawa kartu nelayan. Pihak petugas SPBU karena rasa iba tetap melayaninya,”beber Darwis.

Disisi lain, pasokan bbm dari Pertamina ke SPBU sesuai dengan kontrak dan kebutuhan wilayah Bulukumba. Ini bisa saja terganggu ketika ada pembelian bbm dari industri dan kapal-kapal nelayan dalam jumlah besar.

Karenanya, mantan penyiar radio itu menyarankan Pemerintah Bulukumba sudah harus mengambil solusi. Pendirian SPBU khusus nelayan adalah jalan keluar yang bijaksana. Ini akan menjauhkan potensi konflik gara-gara bbm langka.

Darwis menyebutkan bahwa SPBU di dekat Tempat Pelelangan Ika (TPI) Kampung Gadde tidak beroperasi lagi. Pemkab Bulukumba melalui Dinas Perikanan diimbau mencabut atau menghentikan kontrak pengelola SPBU.

“Kalau Pemkab Bulukumba mau dan serius dan tegas. SPBU Nelayan di Kampung Gadde dioptimalkan. Lalu, dirikan SPBU khusus nelayan di lokasi lain misalnya di Bontobahari. Ini akan membuka peluang kerja, peluang usaha bagi masyarakat Bulukumba,”tutup Darwis (***iqb)