,

DPN Lidik Pro Talk Show di Bintang FM 96.6 MHz, Bahas Dana Hibah Pemkab Bulukumba yang Diduga KJ

oleh
DPN LIDIK PRO dan DPP LIDIK PRO Sulut Talk Show di Studio Bintang FM

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Menyikapi persoalan adik-adik Mahasiswa Bulukumba di Manado, Sulawesi Utara yang terancam putus kuliah. DPN dan DPP Lidik Pro Sulut lakukan talk show di radio bintang fm 96.6 MHz, Sabtu (31/3/2018) pukul 16.00 hingga 17.30 wita.

Talk show dihadiri laangsung oleh ketua DPP Lidik Pro sulawesi utara Andi Baso riyadi dan Sekjen DPN lidik Pro, Muhammad Darwis yang dipandu langsung oleh anouncer kawakan, Erol Amru A Chalo di Studio Bintang FM, Jalan Elang kompleks BTN Bumi Tirta nusantara, Caile.

Ketua DPN Lidik Pro dan DPP Lidik Pro Sulut On Air

Talk show di iringi dengan intreraktif dengan pendengar memuat tema khusus tentang bantuan sosial dan hibah yang dinilai ada keganjilan ke intansi  vertikal Kejaksaan dan Kepolisian.

Ketua DPP lidik pro Sulawesi Utara bertutur tentang kronologi keganjilan informasi dana hibah Kepala Badan Keuangan Daerah. Pejabat itu dengan terang menyampaikan bahwa mahasiswa asal Bulukumba di Manado tidak bisa dibantu.

Ini yang mendatangkan tanda heran. Kenapa bisa Kejari dan Polres menerima dana hibah ratusan juta. Sedang mahasiswa untuk sewa asrama. Nilainya hanya puluhan juta tidak ada.

Lebih lanjut Sekjen Lidik Pro Muhammad Darwis kepada pendengar radio bintang fm dirinya berharap agar pemerintah dan staf harus mengerti seperti apa yang menjadi tagline Bulukumba dalam melayani.

Darwis menyinggung proposal Ipmah yang sudah didisposisi Bupati. Namun tidak diteruskan ke keuangan. Hanya disimpan ‘dilemari es’.

“Mereka harus punya etos kerja yang tinggi dalam mewujudkan Bulukumba dalam melayani rakyat,”kata Darwis.

Dia juga mendesak agar DPRD Bulukumba dapat melakukan rapat dengar pendapat sebagai mana surat yang akan dilayangkan oleh DPP Lidik Pro Sulut.

Erol Amruh yang menuntun acara talk show tersebut juga merasa heran kenapa bisa Pemerintah lebih peduli membangun aula Polres dan rehab kantor Kejari dengan anggaran besar sementara masih banyak masjid, orang tua jompo, saudara kita penyandang disabilitas yang memang butuh perhatiaan dari pemerintah. (***iqb)