DPP LBH Lasmura, Pendamping Hukum Pencemaran Nama Baik Terhadap Bupati Bolsel

oleh
DPP LBH HANURA

Manado, Suara Lidik.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lasmura adalah organ yang dibentuk guna menghadapi dinamika hukum untuk membela para kader selama masih berada pada reel kebenaran, Dan butuh kita ketahui bersama Lasmura merupakan organisasi sayap tunggal dari Partai Hanura.

DPP LBH HANURA

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lasmura yang diketuai oleh Dr. Muhamad Guntur,SE, MM, selaku anggota legislatif DKI Jakarta dari Partai Hanura, notabenenya beliau didaulat sebagai Ketua Bidang Kaderisasi DPP Partai Hanura. Dengan kehadiran LBH Lasmura kiranya dapat memberikan kontribusi dalam penegakan hukum dan memberikan bantuan hukum, baik untuk kader, simpatisan, maupun masyarakat umum.

Sebagai wujud nyata dari peranan LBH Lasmura dalam pemberian bantuan hukum, pada tanggal 9 Februari 2018, team advokasi dari DPP LBH Lasmura berangkat dari Jakarta ke Polda Sulawesi Utara untuk mendampingi Saudara Cristanto Taufik Nasiki yang dipanggil oleh penyidik cyber crime Polda Sulsel sebagai terlapor dalam kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Ibrahim Podomi, salah seorang staff Bupati Bolsel.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lasmura Dr. Muhamad Guntur,SE, MM,

Panggilan yang masih dalam tahap klarifikasi tersebut, merupakan panggilan pertama dari penyidik Polda Sulut yang dihadiri oleh Saudara Cristanto Taufik Nasiki sebagai terlapor didampingi oleh Kuasa Hukumnya, Ir. Bachtiar Effendi Sitinjak, SH., MM., CLA, Ketua DPP LBH Lasmura yang juga merupakan Wasekjend DPP Partai Hanura dan Firdaus Djuwaid, SH, Wakil Ketua DPP LBH Lasmura.

Terlapor Cristanto Taufik Nasiki yang merupakan kader Lasmura yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Lasmura Bolsel, juga turut didampingi oleh Riston Mokogow, S.Sos, Ketua DPD Lasmura Sulawesi Utara yang juga Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Hanura Sulut, mengatakan bahwa dia samasekali tidak pernah merasa menghina ataupun mencemarkan nama baik Bupati Bolsel melalui media sosial sebagaimana yang dituduhkan dalam laporan.

Surat Klarifikasi Taufik Nasiki

Dalam keterangannya kepada penyidik, Cristanto tetap bersikukuh menolak tuduhan karena memang dalam komunikasi chatting facebook samasekali tidak ada menyinggung nama Bupati Bolsel, apalagi menghina ataupun mencemarkan nama baik oknum Bupati sebagai pejabat publik maupun secara pribadi.

Kasus ini timbul bermula dari ciutan beberapa orang yang tergabung dalam group suara masyarakat bolsel terkait dengan adanya masalah pembatalan beasiswa akhir study oleh oknum Bupati yang dituliskan didalam komunikasi chatting facebook. (DeonYW)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama