DPRD Bolmut Soroti Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Bolmut

oleh -319 views
Personil Komisi I dan III DPRD Bolmut saat menyambangi proyek pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Bolmut
Personil Komisi I dan III DPRD Bolmut saat menyambangi proyek pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Bolmut

BOLMUT, SuaraLidik.Com – Komisi I dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) soroti pembangunan Gedung Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolmut.

Hal ini terjadi saat personil Komisi I dan III DPRD Bolmut melakukan kunjungan kerja ke RSUD Bolmut, pada Senin (11/11/2019).

Saat tiba di lokasi, sejumlah Aleg Bolmut itu langsung mengunjungi pembangunan Gedung Rawat Inap yang dilaksanakan oleh PT Multikarya Utamajaya.

Sejumlah kejanggalan pun ditemui, diantaranya para pekerja tidak dilengkapi helm proyek, tidak adanya pengawas di lokasi dan persentase pembanguan yang dinilai belum capai target.

Saat bersua dengan personil Komisi I dan III DPRD Bolmut, Moh. Hardin.,selaku pelaksana dari PT Multikarya Utamajaya mengatakan, saat ini progres pekerjaan baru sekitar 20%. Menurutnya, hal ini terjadi karena ada perubahan pada konstruksi pekerjaan.

“Pekerjaan ini dimulai pada 5 Juli 2019 dan akan berakhir pada 28 Desember 2019. Namun dalam perjalanannya, ada perubahan konstruksi bangunan sehingga diadakan penjadwalan kembali pada bulan september kemarin”, terangnya

Dia pun bersikukuh, kalau target pekerjaan dapat dicapai 100% pada bulan desember nanti.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III Suriansyah Korompot, SH., memperingatkan jika, pihak ketiga jangan terpaku dengan target sehingga mengabaikan kualitas pekerjaan.

“Tahun anggaran 2019 segera berakhir,
Ini sudah memasuki pertengahan bulan November, dan persentase pekerjaan baru 20%, padahal tenggak waktu yang ditetapkan cuma sampai 28 Desember 2019. Jangan sampai pihak ketiga terpaku dengan target namun hasil pekerjaan terkesan asal jadi”, terang mantan Wakil Bupati Bolmut itu.

Korompot pun menambahkan, jika target pekerjaan tidak tercapai maka ujung-ujungnya daerah yang dirugikan. Padahal pekerjaan ini sudah dibandrol dengan anggaran mencapai 29 milliar rupiah.

“RSUD Bolmut ini adalah ikon daerah, jangan sampai gedungnya dibuat asal jadi. Kalau pekerjaan ini tidak capai target maka nantinya akan menjadi beban daerah”, ucap Papa Fatur, sapaan akrabnya

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Bolmut Sutri Buhang, S. Kep, mengatakan jika, pihaknya sudah siap dengan kemungkinan terburuk. Menurutnya, jika pekerjaan ini tidak selesai, maka minimal mencapai angka 70% di tanggal 28 Desember 2019 itu.

“Jika pekerjaan hanya mencapai 70% pada Desember nanti, maka untuk pembayaran pekerjaan sisanya akan menggunakan Dana Alokasi Khusus pada tahun 2020”, ungkapnya

Dia pun menambahkan, jika dana DAK tidak masuk kas daerah maka pihaknya tidak mau ambil resiko, karena tidak ada dana untuk pembayaran pihak ketiga.

“Maka saya tegaskan kepada pihak ketiga, kalau tidak capai 70%, kita putus kontrak”, tutup Buhang. (***chan)