DPRD Kabgor Menduga Ada Kejahatan Perbankan Dibalik Proyek Fiktif BPBD

oleh -
Proyek fiktif
Foto : Anggota Komisi lll DPRD Kabgor Guntur Thalib,(foto istimewa)

Gorontalo, Suaralidik.com – Komisi lll DPRD kabupaten Gorontalo menduga ada kejahatan perbankan dibalik proyek fiktif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabgor.

Hal ini diungkapkan Guntur Thalib saat Komisi lll menerima kunjungan Direktur Utama PT. Alfacia Berkat Abadi Allen Rantebua selaku korban proyek fiktif tersebut diruang kerja Wakil Ketua ll DPRD Kabgor, Senin pagi, 24/06/2019

“Ada pemikiran teman-taman, ini terjadi karena diduga ada kejahatan perbankan pada proyek fiktif ini. Sehinga mengakibatkan kerugian pihak rekanan”,terang Aleg dari fraksi Hanura.

DPRD HARUS PRO AKTIF

Terkait RDP yang rencananya akan dilaksanakan pada pekan ini Guntur menuturkan, gedung DPR adalah gedung rakyat, sehingga apa yang menjadi keinginan rakyat sepatutunya DPR menyahutinya dengan langkah kongkrit.

“Rekanan yang datang ke Gorontalo ini betul-betul niatnya membangun daerah, apalagi beliau datang dari negri sebrang Sulawesi Utara Kota Manado. Ada hal yang memalukan kita sebagai warga Gorontalo, orang Manado yang datang berniat baik malah ditipu dengan pekerjaan yang sebernarnya tidak ada”,tutur Guntur.

Menurut Guntur, perkara ini menjadi tamggung jawab kita bersama. Sehingga sebagai anggota DPR dan masing-masing partai yang ada di Komisi lll perlu melakukan RDP untuk membongkar otak atau dalang proyek fiktif alias proyek bermasalah tersebut.

“Sehingga kita akan dengarkan pernyataan masing-masing. Dan kita juga akan mengungkap apa yang menjadi latar belakang ini terjadi. Kemudian siapa dalang dari semua ini”,tegas Guntur.

“Intinya Komisi lll tidak mencari siapa yang berslah, tetapi memikirkan solusinya. Karena sudah ada korban, dan manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat”, sambung Guntur.

Selain itu juga, Guntur mengingatkan agar kita patut beryukur karena apa yang telah dilakukan oleh rekanan telah dirasakan masyarakat kecamatan Bilato yang sempat pada 2016 dilanda banjir bandang yang kurang lebih separuhnya terendam akibat banjir tersebut.

“Dengan waktu yang sudah dilaksanakan oleh rekanan di 2017, alhamdulillah sampai hari ini tidak ada lagi keluhan dari warga maupun banjir serupa melanda daerah tersebut. Dan ini perlu kita syukuri walaupun memang ada konflik yang merugikan orang lain”,ucap Guntur.

“Sehingganya DPRD bertanggungjawab atas manfaat yang saat ini dirasakan oleh masyarakat”, lanjut Guntur Thalib.(***Rollink).