DPRD Kabupaten Gorontalo Berharap Isi Ranperda Penanggulangan HIV Bukan Sekedar Pembagian Kondom

oleh -
Rapat Pembahasan Ranperda
Foto : Suasana rapat pembahasan Ranperda penanggulangan HIV Aids, anatara DPRD kabupaten Gorontalo bersama Dikes, diruang Dulohupa DPRD, Senin (04/02),(foto Thoger/Suara Lidik).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Anggota Komisi lll DPRD kabupaten Gorontalo berharap, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) penanggulangan virus HIV Aids yang disodorkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) ke DPRD melalui Dinas Kesehatan (Dikes) bukan sekedar mengatur pembagian kondom semata.

“Ranperda ini menurut saya berkaitan langsung dengan kesehatan, karena disitu ada penanganan. Tetapi apakah bisa, penanggulangan HIV Aids bukan sekedar pembagian kondom samata, tapi lebih dari itu,” kata Hendra R. Abdul saat memimpin rapat pembahasan Ranperda penanggulangan HIV Aids bersama Dikes, diruang Dulohupa DPRD, Senin 04/02/2020.

“Sehingga tidak ada ekspektasi dimasyarakat bahwa kita melegalkan perbuatan ini (seks bebas). Jika materi Ranperda ini lebih dari yang kita inginkan, maka kita akan kaji bersama lebih dalam lagi,” sambung Hendra.

“Kita tidak bisa memerintahkan lembaga atau orang lain dengan Perda ini, hanya untuk mempersiapkan kondom. Karena bagi kami, kalau berhubungan seks bebas dilarang ya harus dilarang,” tegas Hendra.

Dirinya berharap isi Ranperda tersebut lebih fokus terhadap pendeteksian penyakit. Karena, menurutnya yang punya penyakit HIV tidak akan mau dan malu melaporkan bahwa dirinya terjangkit HIV Aids.

“Sehingga harus ada metode yang diatur dalam Ranperda ini untuk mendeteksi penyakit yang tidak ada obatnya ini. Kami meminta Satgas yang akan dibentuk nanti tugasnya bukan hanya mengamankan tapi mampu mendeteksi siapa saja yang terindikasi,” pinta Hendra.

“Penyakit ini kalau kita tidak tekan secara signifikan, maka kita tidak akan bisa mengetahui seberapa jauh penyebarannya di daerah ini. HIV Aids ini secara moral orang merasa malu mengungkapkan dirinya terkena penyakit tersebut. Sehingga bagaiman kita mereferensikan hal itu,” tambah Hendra.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Rony Sampir mengatakan, penularan HIV Aids sangat banyak, diantaranya melalui lendir, cairan darah dan lain sebagainya.

“Sebelumnya pembagian kondom adalah langkah awal meminimalisir penyebarannya, dan itu juga telah dihentikan oleh kementrian karena ada pro kontra. Ranperda kita adalah mendeteksi tempat-tempat berisiko, seperti tempat karaoke, asrama, salon, itu kita lakukan pemeriksaan,” terang Kadis.

“Kita melakukan itu dalam rangka pencegahan dini. Kita juga akan melakukan kerjasama dengan puskesmas untuk mendeteksi gejala awal. Jika ada yang terdeteksi positif, kita akan datangi dan dibujuk untuk dirawat diruang isolasi bersama teman-teman yang terkapar oleh virus HIV Aids,” sambung Kadis.

“Program awal pemerintah adalah, jangan mendiskriminasi meraka yang terkena penyakit HIV. Memang mereka malu mengakuinya, dan itu yang menyebabkan penyebarannya sangat  signifikan. Sehingga dengan aturan ini, kita akan lakukan pencegahan dengan cara penemuan dini agar penyebarannya bisa kita tekan,” tutup Roni.(Rollink).

kpu BOLTIM
HUT Kabupaten Pinrang Ke-60