KAHMI Sulsel “Dewan Pengawas Rumah Sakit A.Sultan Dg Radja Sekedar Assesori Atau Stakeholder Kunci”

oleh
Syamsul Bahri Majjaga.

SuaraLidik.com – Sebagaimana diketahui upaya peningkatan kualitas atas tata kelola rumah sakit melalui mekanisme optimalisasi dan efektifitas kinerja rumah sakit sebagai sebuah organisasi adalah esensi dari fungsi Badan Pengawas.

Itulah peran Vital dari Badan Pengawas Rumah sakit. Kata Syamsul Bahri Majjaga, Aktivis KAHMI SulSel yang belakangan ini sedang intens menyoroti kinerja RSUD Sultan Dg Radja.

Menurutnya, “Salah satu elemen penting dalam tata kelola rumah sakit adalah, berfungsinya Dewan Pengawas Rumah Sakit (DPRS)”. Ungkap Zul Majjaga dalam Cetusnya, (Makasar/Sabtu/07/01/2017).

” Dewan pengawas, sesuai dengan nama yang disandang merupakan Organ yang berfungsi untuk melaksanakan mekanisme pengawasan terhadap sistem dan produktifitas kerja organisasi rumah sakit” Kata Alumni Fakultas Hukum UMI ini.–“Mekanisme pengawasan dalam hal ini, bukan saja soal Managemen keuangan, tapi lebih besar dari itu semua aspek yang berkaitan dengan kinerja pelayanan dan kinerja manfaat bagi masyarakat, dan kemudian Menjadi Indikator utama Produktifitas kinerja dari Badan Pengawas. Ujar Zul Majjaga.

Terkait dengan berbagai respon dan tanggapan negatif terhadap publik terhadap tata kelola rumah sakit, terahir tentang wacana study banding 60 anggota tim akreditasi Rumah Sakit, Idealnya Badan Pernah Pengawas Rumah Sakit (DPRS) menjadi aktor utama untuk menjembatani isu-isu tersebut”. DPRS. Kata Zul, Tutupnya.

( Anto/lidik)